Saudi Akui Stasiun Minyaknya Dekat Riyadh Diserang Pesawat Nirawak Yaman

0
67

Riyadh, LiputanIslam.com –  Dua stasiun utama pompa minyak Arab Saudi yang membentang dari wilayah timur ke wilayah barat negara ini terkena serangan pesawat nirawak. Demikian dinyatakan otoritas Riyadh, Selasa (14/5/2019), setelah kelompok pejuang Ansarullah (Houthi) di Yaman mengaku pihaknya telah menggempur fasilitas vital Saudi.

“Dua stasiun pompa untuk pipa Timur-Barat, yang mengangkut minyak Saudi dari ladang minyak di wilayah timur ke pelabuhan Yanbu di pantai barat, diserang oleh pesawat tak berawak,” ungkap Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih dalam sebuah pernyataan yang dilansir oleh kantor berita resmi Saudi, SPA.

Dia menambahkan, “Saudi Aramco berhenti memompa di stasiun itu dan sedang menghitung kerugian dan memperbaiki stasiun itu untuk memulihkan pipa dan pompa…”

Dia juga memastikan Arab Saudi melanjutkan produksi dan ekspor minyak mentah dan produk-produknya tanpa gangguan.”

Kedua stasiun tersebut berada di provinsi Dawadmi dan provinsi Afif , dan masing-masing terletak di 220 dan 380 km sebelah timur Riyadh, ibukota Saudi.

Pipa itu membentang sepanjang 1200 kilometer dan dilintasi setidaknya lima juta barel minyak per hari dari wilayah timur yang kaya minyak ke wilayah barat di pantai Laut Merah.

Pipa ini memungkinkan Saudi untuk mengalirkan minyak dari wilayah timur dan mengekspornya melalui pelabuhan Laut Merah yang letaknya jauh dari Teluk dan Selat Hormuz yang diwarnai ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Al-Falih mengatakan, “Ini merupakan tindakan teror dan sabotase, dan apa yang terjadi belakangan ini di Teluk Arab (Persia) terhadap instalasi vital tidak hanya membidik Kerajaan (Saudi), melainkan juga menyasar keamanan pasokan energi dunia dan ekonomi global.”

Dia menekankan “pentingnya penindakan terhadap semua organisasi teroris yang melakukan sabotase semacam itu, termasuk milisi Houthi di Yaman yang didukung oleh Iran.” (mm/raialyoum)

DISKUSI: