
Dubai, LiputanIslam.com – Sebuah kapal terkena peluru di lepas pantai Yaman, tempat tentara negara ini melancarkan serangan terhadap kapal-kapal komersial milik Israel atau terkait dengannya selama berbulan-bulan, menurut badan keamanan maritim UKMTO.
“Otoritas militer melaporkan bahwa sebuah kapal terkena peluru yang tidak diketahui. Kebakaran terjadi di atas kapal,” kata sumber tersebut, Senin (29/9), sembari menyebutkan bahwa serangan itu terjadi 128 mil laut di tenggara kota Aden di bagian selatan Yaman.
Perusahaan keamanan maritim Inggris, Ambrey, menyebutkan peluru tersebut mengena sebuah kapal kargo berbendera Belanda, yang sebelumnya juga telah menjadi sasaran serangan pada 23 September “saat dalam perjalanan ke Djibouti.”
Otoritas Transportasi Maritim Inggris saat itu melaporkan terjadinya sebuah ledakan di dekat sebuah kapal di wilayah maritim yang sama, tanpa adanya laporan kerusakan atau pun korban cedera.
Pemimpin kelompok pejuang Ansarullah, Sayyid Abdul Malik al-Houthi, dalam sebuah pidato dua hari kemudian mengatakan pihaknya telah membidik sebuah kapal karena “melanggar larangan” layanan ke pelabuhan-pelabuhan Israel.
Sejak dimulainya perang di Gaza, yang meletus menyusul serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023, pasukan Yaman kubu Ansarullah yang didukung Iran dan menguasai sebagian besar wilayah Yaman, telah berulang kali mengumumkan serangannya terhadap kapal-kapal yang terkait dengan Israel di Laut Merah dan Teluk Aden sebagai bentuk solidaritas dengan Palestina.
Mereka juga telah mengintensifkan serangan pesawat nirawak dan rudal terhadap Israel, yang membalas dengan beberapa serangan mematikan di pelabuhan, pembangkit listrik, dan Bandara Internasional Sanaa, ibu kota Yaman. (mm/ry)