Rusia Konfirmasi Keberhasilan Suriah Rontokkan Rudal Israel

0
120

Moskow, LiputanIslam.com –   Militer Rusia mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udara Suriah berhasil menghalau serangan udara Israel ke wilayah Suriah serta dapat mencegat tujuh rudal yang ditembakkan oleh jet tempur F-16 milik Israel sehingga tak ada kerusakan atau korban di darat.

Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan bahwa serangan itu terjadi pada Ahad (20/1/2019) pukul 1.32 waktu setempat kata.

Pejabat militer Rusia menjelaskan bahwa empat jet tempur F-16 Israel telah terbang di atas Laut Mediterania dan melesatkan beberapa rudal ke Suriah dengan sasaran bandara internasional di bagian barat daya Damaskus.

Menurut militer Rusia, pencegatan rudal Israel itu dilakukan Suriah dengan menggunakan sistem rudal pertahanan udara Pantsir dan Buk Suriah, dan berhasil merontokkan tujuh rudal sehingga tidak ada kerusakan yang terjadi di Bandara dan tidak ada pula korban di darat.

Sebelumnya, sumber militer Suriah menyatakan pihaknya telah “menggagalkan” serangan udara Israel.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengkonfirmasi serangan ke bandara itu sembari menyebutnya sebagai bagian dari “kebijakan permanen negara … untuk menolak upaya Iran mendapatkan pijakan di Suriah, dan untuk melukai orang-orang yang berusaha untuk menyakiti kami.”

Di hari yang sama, militer Israel mengaku telah mencegat sebuah roket yang ditembakkan di Dataran Tinggi Golan utara, tanpa menyebutkan dari mana roket itu berasal.

Dalam beberapa tahun terakhir, Israel telah melakukan beberapa kali serangan udara ke wilayah Suriah dengan sasaran yang diduga terkait dengan Iran. Tidak semua serangan yang dilaporkan oleh Suriah kemudian dikonfirmasi oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF). Israel menuduh Iran menggunakan ‘proksi’ di Suriah untuk melemahkan keamanan Israel.

Pemerintah Damaskus berulang kali mengecam serangan udara Israel dan menyebutnya pelanggaran terhadap kedaulatan negaranya, dan belakangan ini Moskow juga turut mengecamnya.

Tahun lalu, Damaskus menerima sejumlah sistem pertahanan udara S-300 yang dipasok oleh Moskow sebagai reaksi atas jatuhnya pesawat pengintai Il-20 Rusia di Suriah pada 17 September2018. Pesawat yang di dalamnya terdapat 15 prajurit Rusia itu tertembak jatuh akibat salah sasaran unit pertahanan udara Suriah yang terjadi akibat kelicikan jet tempur Israel yang bersembunyi di balik pesawat itu. (mm/rt)

DISKUSI: