Rudal Balistik Ansarullah Hantam Lanud Al-Anad, 40 Pasukan Sekutu Saudi Tewas

0
270

Lahij, LiputanIslam.com –  Kelompok Ansarullah Yaman merudal Pangkalan Udara (Lanud) di Provinsi Lahij, Yaman selatan, hingga menewaskan 40 pasukan loyalias presiden terguling Abd Rabbuh Mansour Hadi yang bersekutu dengan Arab Saudi, Ahad (29/8).

Jumlah korban tewas itu dilaporkan oleh reporter Al-Alam di Yaman yang juga menyebutkan bahwa sekira 50 pasukan sekutu Saudi menderita luka-luka dalam serangan itu.

“Pagi ini (Jumat) serangan rudal-rudal balistik telah menyasar ke perkumpulan pasukan agresor di Lanud Al-Anad, dan semua rudal menimpa posisi-posisi pangkalan ini dan tempat-tempat berkumpulnya pasukan,” ungkap reporter Al-Alam.

Sebelumnya, Al-Alam melaporkan jumlah korban tewas sekira 30 orang, termasuk beberapa komandan, tapi dalam laporan berikutnya disebutkan bahwa jumlah korban tewas bertambah menjadi 40 orang.

Laporan lain dari Al-Jazeera mengutip keterangan juru bicara pasukan selatan Yaman,  Mohamed al-Naqeeb, menyatakan bahwa serangan itu dilakukan dengan menggunakan pesawat nirawak dan rudal balistik  dan menyebabkan sedikitnya 30 tentara tewas dan 60 terluka.

Al-Naqeeb juga mengatakan bahwa jumlah korban tewas bisa jadi akan bertambah karena regu penyelamat masih melakukan proses evakuasi.

Petugas medis menggambarkan serangan dahsyat itu menimbulkan kekacauaan situasi  di pangkalan di mana pasukan membawa rekan-rekan mereka yang terluka ke tempat yang aman karena khawatir terjadi serangan susulan.

Warga sekitar mengatakan beberapa ledakan keras terdengar di daerah itu. Penduduk lain dari pusat kota Taiz mengatakan mereka mendengar rudal balistik ditembakkan dari peluncur yang ditempatkan di pinggiran timur kota yang dikuasai Ansarullah tersebut.

Sejauh ini belum ada komentar dari pihak Ansarullah terkait dengan serangannya tersebut. (mm/alalam/aljazeera)

Baca juga:

Ansharullah: Pasukan Inggris di Yaman adalah Penjajah, Kami Berhak Menyerang Mereka

Al-Houthi Tegaskan Komitmen untuk Bela Kaum Tertindas

DISKUSI: