Beirut, LiputanIslam.com – Gencatan senjata antara Hizbullah dan Israel mulai diterapkan pada dini hari Rabu (27/11) pukul 02.00 waktu Beirut.
Perjanjian yang dimediasi oleh AS dan Prancis ini menyudahi konfrontasi antara Hizbullah dan Israel yang berlangsung sejak 8 Oktober 2023, dan yang dalam dua bulan terakhir berubah menjadi perang terbuka yang sangat menghancurkan.
Sejauh ini belum ada pernyataan resmi mengenai rincian pasal-pasal perjanjian gencatan tersebut, meski pun telah beredar di media massa dan media sosial berbagai poin yang disebut-sebut sebagai rinciannnya, termasuk apa yang dilaporkan oleh Anadolu, yang dikutip oleh media online Rai Al-Youm. Dalam laporan ini, disebutkan bahwa perjanjian itu terdiri atas 13 pasal sebagai berikut;
- Pemerintah Lebanon melarang Hizbullah dan berbagai kelompok senjata lain di wilayah Lebanon melakukan serangan terhadap Israel.
- Israel tidak akan melancarkan operasi militer terhadap target di Lebanon, termasuk sipil dan pemerintah di darat, laut dan udara Lebanon.
- Israel dan Lebanon sama-sama mengakui pentingnya resolusi 1701 PBB.
- Semua komitmen ini tidak menganulir hak Israel dan Lebanon untuk membela diri.
- Pasukan keamanan dan tentara Lebanon adalah satu-satunya pihak bersenjata yang diperkenankan membawa senjata atau mengoperasikan pasukan di Lebanon selatan.
- Pemerintah Lebanon mengawasi pembelian, impor dan pembuatan senjata ataupun bahan-bahan yang terkait dengan persenjataan di Lebanon.
- Semua fasilitas tidak sah yang terlibat dalam produksi senjata dan material terkait senjata akan dibongkar.
- Semua infrastruktur dan situs militer yang tidak sah akan dibongkar, dan semua senjata yang tidak memenuhi komitmen ini akan disita.
- Sebuah komite akan dibentuk dengan persetujuan Israel dan Lebanon untuk mengawasi dan membantu memastikan implementasi komitmen-komitmen ini.
- Israel dan Lebanon akan menyampaikan laporan mengenai potensi pelanggaran komitmen ini kepada Komite dan Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL).
- Lebanon akan mengerahkan pasukan keamanan resmi dan pasukan militer di sepanjang perbatasan, titik persimpangan, dan garis batas wilayah selatan.
- Israel akan secara bertahap menarik diri dari selatan “Garis Biru” (yang membagi perbatasan kedua belah pihak) dalam waktu 60 hari.
- Amerika Serikat akan mendorong negosiasi tidak langsung antara Israel dan Lebanon untuk mencapai perbatasan darat yang diakui.
(mm/raialyoum)