Beirut, LiputanIslam.com – Rakyat Lebanon simpatisan kelompok pejuang Hizbullah turun ke jalan-jalan di pinggiran selatan Beirut, ibu kota Lebanon, pada Kamis malam (7/8), untuk mendukung Hizbullah dan mengecam keputusan pemerintah Perdana Menteri Nawaf Salam yang menyerukan perlucutan senjata Hizbullah.
Dilaporkan bahwa para pendukung Hizbullah membanjiri jalanan di pinggiran selatan Beirut dengan mengendara motor sembari mengibarkan bendera Hizbullah dan meneriakkan yel-yel penolakan terhadap penyerahan senjata Hizbullah serta memekikkan slogan-slogan kecaman terhadap Perdana Menteri Nawaf Salam.
Namun demukian, departemen hubungan media Hizbullah membantah kabar adanya pernyataan yang dikeluarkan atas nama Hizbullah dalam aksi itu, dan menekankan bahwa semua publikasi yang bertentangan dengan bantahan ini adalah palsu.
Mereka menekankan bahwa pernyataan resmi hanya dikeluarkan secara eksklusif melalui media-media Hizbullah sendiri, setelah pemerintah Lebanon menyetujui “tujuan” proyeksi AS terkait senjata Hizbullah.
Menteri Penerangan Lebanon, Paul Morcos, menyatakan bahwa Kabinet Lebanon telah menyetujui ketentuan perjanjian yang diusulkan AS untuk perlucutan senjata Hizbullah.
Menurutnya, ketentuan utama perjanjian yang diusulkan AS tersebut meliputi penghapusan bertahap keberadaan militan bersenjata, termasuk Hizbullah, dan dukungan bagi tentara Lebanon serta penempatannya di wilayah selatan negara ini. (mm/alalam)