Gaza, LiputanIslam.com – Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, pada hari Kamis 9 Mei 2024 merilis sebuah klip video yang menunjukkan kesiapannya untuk melanjutkan perang, sementara pasukan Yaman memperlihatkan kesiapannya menjalani perang, dan pasukan pejuang Irak mengancam akan masuk ke wilayah Israel.
Video berjudul “Kami Robohkan Wibawa Tentara Kalian” itu memperlihatkan para pejuang Al-Qassam melakukan operasi pemantauan dan memasang misil roket dan mortir sebagai persiapan peluncurannya.
Klip tersebut – yang direkam dengan kualitas tinggi dan profesional – antara lain memperlihatkan penembakan puluhan roket dan mortir ke berbagai arah dan dengan organisasi militer yang memukau di salah satu wilayah Jalur Gaza.
Video ini dipublikasi bersamaan dengan eskalasi Israel di kota Rafah di bagian selatan Jalur Gaza, yang menurut Hamas bukan sekedar rekreasi.
Hamas menegaskan bahwa hal itu akan menimbulkan kekalahan yang tidak kalah fatalnya dengan kekalahan yang mereka timbulkan pada Israel berbagai wilayah di Gaza.
Sehari sebelumnya, sebuah unit simbolis dari Pasukan Intervensi Cepat Kementerian Pertahanan Yaman kubu Ansarullah menggelar parade militer dengan slogan “Garda Badai Al-Aqsa .”
Para peserta parade militer menempuh jarak sekitar 180 km, dimulai dari Bani al-Mansour di Distrik Al-Hayma Al-Kharjiyah, Provinsi Sana’a, hingga ke kota Hodeidah.
Parade ini memakan waktu lima hari, dalam rangka peningkatan kesiapan tempur dan solidaritas dengan rakyat Palestina.
Para peserta parade menyatakan kesiapan tempurnya yang tinggi untuk berpartisipasi dalam putaran keempat Pertempuran Penaklukan yang Dijanjikan dan Jihad Suci untuk mendukung rakyat Gaza dan Palestina yang menjadi sasaran kejahatan agresi dan genosida pasukan Zionis Israel.
Para peserta mendapat respon positif dan sambutan luar biasa dari masyarakat ketika diterima di setiap daerah yang mereka lintasi.
Parade tersebut diakhiri dengan pembaruan sumpah dan janji setia kepada pemimpin Ansarullah, Sayid Abdul-Malik Badr al-Din al-Houthi.
Sementara itu, Gerakan Al-Nujaba Irak pada hari Kamis menanggapi keras serangan Israel terhadap bangunan budaya dan medianya di Damaskus, ibu kota Suriah.
Pasukan relawan dan kelompok pejuang Islam Irak dalam sebuah pernyataan menegaskan bahwa tanggapannya akan “tiba-tiba, kuat dan efektif,” dan bahwa “musuh tahu di mana rudal kami telah mencapai.”
Mereka juga menyatakan, “Kami akan mencapai kedalaman (wilayah) entitas (Zionis), dan kejahatan ini tidak akan dibiarkan begitu saja tanpa sanksi hukuman.” (mm/sahara/alalam/aljazeera)