Putra Mahkota Arab Saudi Tekankan Urgensi Pencapaian Solusi Politik di Yaman

0
685

Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammad bin Salman. Sumber: Memo

Riyadh, LiputanIslam.com –  Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohamed bin Salman (MbS) mengkonfirmasi urgensi pencapai solusi politik bagi perang yang berkobar di Yaman sejak tahun 2015.

Dalam pidato pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Dewan Kerjasama Teluk (GCC) ke-42 di Riyadh, ibu kota Saudi, Selasa (14/12), MbS mengatakan, “Kerajaan Arab Saudi terus memperkuat keamanan dan stabilitas di kawasan, dan memperdalam dialog untuk penyelesaian konflik.”

Dia lantas menekankan “urgensi pencapaian solusi politik di Yaman” dan pentingnya optimalisasi “persatuan Teluk” sesuai visi Raja Salman bin Abdul Aziz dari Saudi.

Lebih lanjut, MbS menyebutkan pentingnya penguatan stabilitas di Irak dan optimalisasi “persatuan ekonomi Teluk”.

Hadir dalam KTT GCC itu para pemimpin negara dan delegesi dari negara-negara anggota, yaitu Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Qatar, Kuwait dan Oman.

Arab Saudi dan sejumlah sekutu regionalnya melancarkan invasi militer Yaman pada Maret 2015 dengan tujuan memulihkan pemerintahan mantan presiden Yaman, Abd Rabbuh Mansur Hadi, dan menumpas gerakan Ansarullah yang telah menggerakkan revolusi rakyat terhadap pemerintahan Hadi.

Perang telah menjatuhkan banyak korban jiwa dan luka serta menimbulkan banyak kehancuran pada infrastruktur negara dan fasilitas publik di Yaman, termasuk rumah sakit, sekolah, masjid dan pabrik.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan pada akhir tahun 2020 bahwa perang di Yaman telah menyebabkan 233.000 kematian sejak 2015, 131.000 di antaranya adalah akibat  dampak tidak langsung perang berupa kekurangan makanan dan penyakit mematikan.

Menurut PBB, setidaknya 80 persen dari 30 juta orang Yaman membutuhkan beberapa bentuk bantuan dan perlindungan.

Ansarullah, yang didukung oleh Angkatan Bersenjata Yaman dan kelompok-kelompok rakyat, telah semakin kuat melawan pasukan pendudukan yang dipimpin Saudi, berhasil mempertahankan Yaman di depan agresi, dan membuat Riyadh dan sekutunya terperangkap dalam peperangan yang tak lagi mereka kendalikan. (mm/alalam)

Baca juga:

40-an Pasukan Bayaran Saudi Tewas di Ma’rib, Yaman

Washingon Post Ungkap Besarnya Keterlibatan Israel dalam Perang Yaman

DISKUSI: