Gaza, LiputanIslam.com – Komisaris Jenderal Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), Philippe Lazzarini, mengatakan lokasi distribusi bantuan yang baru diadakan dan dikelola oleh Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF) yang didukung AS di Jalur Gaza telah menjadi “jebakan maut” bagi warga sipil yang kelaparan.
Lazzarini mengungkap hal itu dalam sebuah unggahan di akun X miliknya pada hari Minggu (1/6), setelah rezim Israel melakukan dua serangan mematikan terhadap pusat distribusi bantuan di Gaza pada hari sebelumnya, yang menggugurkan puluhan warga Palestina.
Lazzarini mengecam model pengiriman dan distribusi bantuan yang diperkenalkan oleh rezim Israel dan AS.
Dia mengatakan, “Sistem yang memalukan ini telah memaksa ribuan orang yang lapar dan putus asa untuk berjalan kaki puluhan mil ke daerah yang hampir hancur karena pemboman besar-besaran (oleh Israel).”
Menurutnya, pengiriman dan distribusi bantuan harus berskala besar dan aman, dan ini hanya dapat dilakukan melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), termasuk UNRWA.
Kepala UNRWA itu mendesak Israel mencabut blokade Gaza dan mengizinkan akses yang aman dan tanpa hambatan untuk bantuan kemanusiaan, dan menekankan bahwa ini merupakan satu-satunya cara untuk mencegah kelaparan massal, termasuk di antara 1 juta anak-anak.
“Dengan narasi yang bersaing dan kampanye disinformasi yang sedang berlangsung, media internasional harus diizinkan masuk ke Gaza untuk melaporkan secara independen tentang kekejaman yang sedang berlangsung, termasuk kejahatan keji pagi ini,” kata Lazzarini.
Pada Minggu pagi, pasukan Israel melepaskan tembakan di lokasi GHF di kota Rafah, Gaza selatan, menggugurkan sedikitnya 40 orang dan melukai 150 lainnya.
Tak lama kemudian, seorang warga Palestina dilaporkan gugur dalam penembakan di titik distribusi GHF, di Kota Gaza, selatan dari apa yang disebut Koridor Netzarim.
Lokasi bantuan yang didukung AS mulai beroperasi di Jalur Gaza Senin lalu. Keesokan paginya, saat ribuan warga Palestina mengantre di lokasi bantuan, pasukan Israel melepaskan tembakan, yang menggugurkan tiga warga Palestina dan melukai puluhan lainnya.
GHF menyatakan pihaknya membuka lokasi kedua pada hari Rabu, hari yang sama ketika pasukan Israel kembali menembaki para pencari bantuan di salah satu lokasinya di sebelah barat Rafah, hingga sedikitnya enam warga Palestina gugur.
Kementerian Kesehatan Gaza pada hari Minggu menyatakan pusat distribusi bantuan GHF telah menjadi “perangkap kematian Israel” dan merupakan mekanisme baru untuk mengusir warga Palestina di Gaza. (mm/presstv)