Gaza, LiputanIslam.com – Warga Palestina menemukan puluhan jenazah di bawah reruntuhan di Gaza, dan masih mencari ribuan jenazah lainnya saat gencatan senjata antara Israel dan Hamas memasuki hari kedua.
Sumber medis pada hari Senin (20/1) menyatakan bahwa sebanyak jenazah 97 warga Palestina telah ditemukan di kota Rafah yang hancur di Gaza selatan sejak gencatan senjata mulai berlaku sehari sebelumnya dengan pembebasan tiga tawanan Israel oleh Hamas dan 90 tahanan Palestina oleh Israel.
Serangan Israel di Gaza telah menggugurkan lebih dari 47.000 warga Palestina, yang sebagian besarnya kaum wanita dan anak-anak, serta melukai lebih dari 111.000 orang, menurut otoritas kesehatan setempat.
Namun, Badan Pertahanan Sipil Palestina mengatakan bahwa diperkirakan ada 10.000 mayat di bawah bangunan yang hancur di seluruh wilayah Jalur Gaza.
Setidaknya 2.840 mayat telah hancur tanpa bekas, kata Mahmoud Basal, juru bicara Layanan Darurat Sipil Palestina di Gaza.
Sementara itu, banyak penduduk yang mengungsi dan kembali ke lingkungan mereka merasa asing setelah melihat kehancuran akibat perang selama lebih dari 15 bulan.
“[Tingkat kehancuran] merupakan guncangan besar, dan jumlah [orang] yang merasa terkejut tidak terhitung banyaknya karena apa yang terjadi pada rumah mereka. Itu adalah kehancuran, kehancuran total,” kata Mohamed Gomaa, yang kehilangan saudara laki-laki dan keponakannya dalam perang tersebut, kepada Reuters.
Dia juga mengatakan, “Ini tidak seperti gempa bumi atau banjir, tidak, tidak. Yang terjadi adalah perang pemusnahan.” (mm/aljazeera)