Damaskus, LiputanIslam.com –  Presiden Suriah Bashar al-Assad meragukan klaim Presiden AS Donald Trump bahwa pemimpin kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (IS/ISIS/ISIL/DAESH), Abu Bakr al-Baghdadi, telah tewas dalam operasi militer AS.

Seperti dikutip PressTV, Senin (11/11/2019), Assad mengatakan dalam sebuah wawancara dengan RT milik Rusia bahwa operasi untuk membunuh Baghdadi adalah “tipuan”, karena politik AS “tidak berbeda dengan Hollywood; itu bergantung pada imajinasi. Bahkan bukan fiksi ilmiah, hanya imajinasi belaka.”

Al-Assad berspekulasi bahwa Al-Baghdadi bisa jadi diculik, disembunyikan, atau wajah dan penampilannya diubah melalui operasi plastik.

Pada akhir bulan lalu Trump mengumumkan bahwa Al-Baghdadi telah meledakkan dirinya, sekarat “seperti anjing,” dan “seperti pengecut” setelah pasukan AS menjebaknya di dalam terowongan buntu.

Rusia adalah negara pertama yang mempertanyakan “detail kontradiktif” ihwal operasi miiter S.

“Peningkatan jumlah peserta langsung dan negara-negara yang diduga mengambil bagian dalam operasi ini, masing-masing dengan perincian yang sepenuhnya kontradiktif, menimbulkan pertanyaan yang sah dan keraguan tentang realitasnya,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Mayor Jenderal Igor Konashenkov belum lama ini.

Baca: Amerika Siagakan 600 Personil Militer di Suriah

Turki juga mengklaim Baghdadi terbunuh akibat kerja sama militer dan intelijen antara Ankara dan Washington.

Namun, Al-Assad juga mengecam Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan menyebutnya musuh Suriah karena dia merupakan pendukung utama pemberontak Suriah dan belakangan ini juga melancarkan invasi di Suriah timur laut terhadap gerilyawan Kurdi.

“Kita harus ingat bahwa Erdogan sejak awal perang bertujuan menciptakan masalah antara bangsa Suriah dan bangsa Turki, untuk menjadikan keduanya bermusuhan,” tuding Al-Assad.

Baca: Tentara Suriah Terlibat Kontak Senjata Sengit dengan Tentara Turki

Dia lantas menekankan bahwa pihaknya tidak ingin mengubah bangsa Turki menjadi musuh, dan di sini Rusia dan Iran berperan.

Al-Assad juga tidak mengesampingkan kemungkinan diadakannya pertemuan dirinya dengan Erdogan jika kepentingan nasional menuntut demikian. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*