Teheran, LiputanIslam.com – Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi memuji pencapaian luar biasa negaranya dalam industri nuklir meskipun ada sanksi dan intimidasi AS, dan menekankan kebutuhan untuk mentransfer teknologi yang dikembangkan dalam industri nuklir ke industri lain.
Dalam kunjungan ke pameran pencapaian industri nuklir Iran, Ahad (20/6), Presiden Raisi mengatakan keberhasilan yang dicapai dalam industri nuklir dalam kondisi sulit harus menjadi model bagi industri lain.
Dia menilai keuntungan yang dibuat dalam industri nuklir menunjukkan bagaimana para pemuda dan ilmuwan Iran “mengubah ancaman dan sanksi menjadi peluang”.
“Pameran ini adalah pesan dari industri nuklir negara ke sektor lain tentang bagaimana mencapai tingkat kesuksesan demikian meskipun ada sanksi dan ancaman tertinggi terhadap negara ini. Keberhasilan industri nuklir di bawah sanksi adalah model bagi industri lain,” ungkap Sayid Raisi.
Dia menekankan manfaat teknologi nuklir bagi kehidupan masyarakat, terutama di bidang kesehatan, kedokteran, pertanian dan industri, serta di sektor minyak dan gas.
“Berkat tekad para ilmuwan negara ini dalam mengubah pengetahuan menjadi kemampuan di bidang nuklir, hari ini jutaan orang telah diselamatkan dari penyakit, sehingga merupakan kehormatan besar bagi negara ini,” tuturnya.
Dia lantas menyebutkan bahwa ada pihak-pihak tertentu di dunia berpikir bahwa membangun kekuatan bergantung pada produksi senjata nuklir, namun Iran telah berulang kali menegaskan bahwa meskipun negara ini mampu berbuat demikian, namun tidak akan pernah mengembangkan senjata nuklir, sebagai bentuk kepatuhan kepada akidahnya, sebagaimana difatwakan oleh Pemimpin Besar Iran Islam Ayatullah Sayid Ali Khamenei.
Iran mengaku telah membuktikan status sipil dan damai proyek nuklirnya kepada dunia dengan menandatangani Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) dengan enam kekuatan dunia. Namun, keluarnya AS dari perjanjian ini pada Mei 2018 dan penerapan kembali sanksi terhadap Teheran membuat masa depan kesepakatan itu berada dalam ketidakpastian.
Dalam pertemuan dengan sekelompok pakar dan pejabat nuklir di Teheran pekan lalu, Ayatullah Khamenei mendesak mereka untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna mengkomersialkan produksi dan layanan nuklir yang dibangun di dalam negeri. Dia mengatakan bahwa industri dalam negeri ini mampu memikat pelanggan asing di pasar energi nuklir.
Dia menekankan bahwa manajer, otoritas, dan aktivis nuklir Iran selama beberapa tahun terakhir telah membangun infrastruktur penting untuk industri nuklir negara ini.
“Produk dan layanan nuklir Iran harus dikomersialkan. Ada permintaan yang bagus untuk pencapaian kami di pasar internasional dan ini dapat digunakan untuk kepentingan ekonomi dan pendapatan negara. Harus ada kerja sama dengan negara-negara sekutu,” imbaunya. (mm/fna)
Baca juga: