Teheran, LiputanIslam.com – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menepis retorika provokatif Presiden AS Donald Trump dengan mengatakan Teheran tidak akan pernah mundur dari program nuklir damainya, seberapapun besarnya tekanan dan ancaman AS.
“Kami tidak akan pernah meninggalkan program nuklir damai kami, dan tidak peduli apa yang mereka lakukan, kami tidak akan menyerah,” tegas Pezeshkian pada edisi keenam Forum Dialog Teheran, Ahad (19/5).
Beberapa waktu lalu, Trump mengatakan pihaknya harus memastikan Iran tak bermaksud memperoleh senjata nuklir, sembari mengancam akan melancarkan serangan terhadap program nuklir Iran.
Presiden Iran menegaskan, “Sebagai manusia, saya tidak akan menerima paksaan. Tidak peduli seberapa besar mereka menekan kami. Saya menolak pemaksaan.”
Dia memastikan Iran tidak takut pada apa pun, termasuk sanksi. “Mereka ingin memberi sanksi kepada kami? Kami telah berada di bawah sanksi seumur hidup,” katanya dengan nada mengejek.
Presiden Pezeshkian menekankan bahwa sebagai anggota Perjanjian Non-Proliferasi (NPT), Iran berhak untuk menggunakan teknologi nuklir damai dan melakukan penelitian nuklir untuk berbagai keperluan, termasuk kesehatan, pertanian, industri, dan sektor vital lainnya. (mm/presstv)