Bushehr, LiputanIslam.com – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya tidak akan pernah tunduk pada ancaman apa pun dan tidak akan mundur dalam menghadapi tekanan.
Hal itu dia sampaikan saat berkunjung ke provinsi Bushehr, di mana ia bertatap muka dengan warga setempat serta memuji pengorbanan para syuhada, khususnya para syuhada provinsi ini, bertepatan dengan peringatan 46 tahun kemenangan Revolusi Islam.
Pezeshkian menyebutkan bahwa sejak kemenangan revolusi, musuh telah mencoba melenyapkan Iran melalui berbagai konspirasi.
“Sejak hari pertama revolusi, kita telah menghadapi ancaman, perang, dan pembunuhan. Hari ini, presiden AS menuduh kitamelakukan terorisme, tapi siapa teroris sebenarnya? Apakah kita yang membunuh 18.000 pejabat dan ilmuwan Iran, atau mereka?” ujar Pezeshkian.
Dia menambahkan, “Negara-negara yang mengaku membela HAM adalah negara yang sama, yang melakukan terorisme. Entitas Zionis yang didukung oleh AS melakukan kejahatan genosida terhadap Palestina. Amerika mendukung entitas Zionis dengan senjata dan bom, dan pada saat yang sama mengaku menginginkan keamanan di kawasan, padahal kenyataannya merekalah yang mengacaukannya.”
Mengenai ketegangan belakangan ini, Presiden Iran mengatakan: “Sejak hari pertama masa jabatan saya sebagai presiden, mereka telah membunuh Ismail Haniyeh. Jika Anda percaya pada negosiasi, mengapa Anda menjatuhkan sanksi dan berkomplot melawan Iran? Anda sebenarnya tidak menginginkan dialog, melainkan berusaha menghancurkan keinginan Iran.”
Dia melanjutkan, “Trump mengatakan bahwa entitas Zionis harus mengebom kita seperti yang dilakukannya di Gaza, lalu menuntut kita untuk diam. Dia berbicara tentang negosiasi, tapi juga menjatuhkan sanksi pada Iran dan menekan dunia untuk mencegah bertransaksi dengan kita.”
Presiden Pezeshkian juga mengkritik hipokritas Barat dalam isu HAM.
“Mereka membunuh lebih dari 50.000 orang tak berdosa di Gaza dan kemudian berbicara tentang HAM dan menuduh Iran melakukan terorisme,” ujarnya.
Di bagian akhir, dia menegaskan, “Musuh ingin menyeret Iran ke dalam konflik dengan negara-negara tetangganya, tapi itu tidak akan terjadi, dan kami akan mengatasi badai dan tantangan ini dengan kekuatan dan keteguhan.” (mm/presstv)