Teheran, LiputanIslam.com – Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi memuji peran pasukan elit negara ini, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dalam membela negara serta kaum Muslim Syiah dan Sunni dan bahkan non-Muslim.
“Saat ini, IRGC yang menikmati dan dilengkapi dengan pelatihan yang ditingkatkan, ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki dua keistimewaan mendasar yang patut dibanggakan; aset spiritual dan aset sosial. Kedua keistimewaan IRGC ini harus dijaga,” kata Presiden Raisi pada hari kedua pertemuan Majelis Tinggi Komandan IRGC di Teheran, Jumat (18/8).
“Modal sosial yang sangat besar inilah yang menjadikan IRGC saat ini sebagai tempat bernaung dan tempat berlindung yang aman bagi Syiah, Sunni, Muslim, dan non-Muslim. Semua orang menganggap IRGC sebagai tempat berlindung yang aman,” sambungnya.
Dia menyebutkan bahwa misi IRGC yang paling penting adalah melestarikan dan melindungi revolusi Islam Iran dalam menghadapi semua ancaman, sanksi, dan agitasi.
Mengenai perang yang dikomandani Jenderal Qassem Soleimani melawan kawanan teroris ISIS dan lain-lain di Timur Tengah, Presiden Raisi mengatakan bahwa jika bukan dia dan kampanye anti-teror IRGC, niscara teroris ISIS sekarang sudah mendominasi kota-kota Eropa.
Sehari sebelumnya, dalam pertemuan serupa dengan para komandan IRGC, Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei mengatakan bahwa musuh berusaha menodai citra pasukan sukarelawan IRGC dan Basij.
Dia juga menyebut IRGC sebagai kekuatan anti-teror terbesar di dunia.
Sementara itu, Brigjen AU IRGC Amir Ali Hajizadeh usai pertemuan dengan Ayatullah Khamenei menyatakan bahwa Iran telah menyiapkan strategi pertahanan hibrida dalam menghadapi perang hibrida musuh.
Menurut Hajizadeh, Ayatullah Khamenei senang atas kemajuan IRGC, namun juga mengharapkan lebih dari kemajuan yang dicapai sekarang.
IRGC, yang juga dikenal nama Sepah, didirikan pada April 1979 oleh pendiri Republik Islam Imam Khomeini sebagai organisasi paramiliter yang bertugas melindungi Republik Islam yang baru lahir.
Pasukan ini bekerja sama erat dengan Angkatan Bersenjata Iran dalam menghadapi ancaman asing seperti yang diwujudkan selama perang delapan tahun melawan agresi militer Irak di era diktator Saddam Hussein pada 1980-an.
Teheran menegaskan bahwa IRGC adalah badan resmi negara yang telah dan akan terus memiliki peran penting dan kunci dalam upaya menjamin keamanan dan stabilitas Iran dan kawasan, dan bahwa IRGC merupakan pelindung negara dan dianggap sebagai garis merah bagi Teheran. (mm/mna/fna)
Baca juga: