Teheran, LiputanIslam.com – Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi menyatakan negaranya mengharapkan PBB menjadi menyuarakan aspirasi bangsa-bangsa, bukan kehendak kekuatan-kekuatan besar.
Raisi tiba di Amerika Serikat pada hari Senin (18/9), untuk menyampaikan pidato pada sesi Majelis Umum PBB ke-77 tentang pendirian Republik Islam mengenai “tatanan internasional yang adil melalui multilateralisme ekonomi.”
Setibanya di New York, Presiden Iran mengatakan bahwa PBB dan Majelis Umum PBB mempunyai kapasitas untuk memberikan kesempatan menyampaikan pendapat rakyat Iran dan menjelaskan kebijakan luar negeri Republik Islam Iran.
Iran menggunakan kesempatan ini untuk membuat suara bangsa Iran didengar oleh dunia, katanya, seraya menambahkan bahwa suara ini sekarang lebih lantang dibandingkan sebelumnya karena tahun lalu negara ini menang dalam menghadapi perang hibrida musuh.
“Musuh mengira bahwa mereka dapat menempatkan Iran dalam masalah, namun mereka salah perhitungan,” ungkapnya.
Dia menambahkan, “Negara besar Iran mempunyai banyak kontribusi dalam memerangi diskriminasi dan ketidakadilan.”
Raisi dijadwalkan mengadakan pembicaraan dengan para kepala negara yang menghadiri acara tersebut serta para tokoh internasional.
Perjalanan ini diadakan atas undangan Sekretaris Jenderal PBB, kata Raisi sebelum meninggalkan negara itu Senin dini hari.
Dia mengaku akan mengadakan pembicaraan dengan para pemimpin beberapa negara, tapi tidak termasuk AS.
“Dalam perjalanan ini, tidak ada rencana untuk bernegosiasi atau bertemu dengan Amerika, dan kami tidak memiliki rencana untuk bertemu dengan mereka,” tuturnya.
Presiden Iran menilai menghadiri pertemuan ini sebagai kesempatan untuk menyampaikan pandangan rasional dan logis Iran. (mm/mna/alalam)
Baca juga: