
Teheran, LiputanIslam.com – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa Israel memprovokasi Iran dan ingin menyeret Timur Tengah ke dalam perang total setelah berkobar konflik antara Israel dan Hizbullah yang telah berlangsung selama hampir satu tahun. Bersamaan dengan ini, ulama Syiah terkemuka Irak, Ayatullah Ali al-Sistani menyerukan upaya mendesak untuk menghentikan agresi brutal Israel di Lebanon.
Kepada wartawan setelah tiba di New York untuk menghadiri sidang Majelis Umum PBB, Masoud Pezeshkian, pada hari Senin (23/9), mengatakan, “Kami tidak ingin menjadi penyebab instabilitas di Timur Tengah karena konsekuensinya tidak dapat diubah.”
Dia menambahan, “Kami ingin hidup damai dan tidak ingin perang. Israellah yang berupaya menciptakan konflik menyeluruh ini.”
Pezeshkian menyayangkan kebungkaman khalayak internasional terhadap genosida yang dilakukan oleh Israel di Gaza.
Menanggapi pertanyaan apakah Iran akan terlibat dalam konflik antara Israel dan Hizbullah, dia mengatakan, “Kami akan membela kelompok mana pun yang membela hak-haknya dan dirinya sendiri.”
Ketika ditanya apakah Iran akan menanggapi pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh, Pezeshkian mengatakan, “Kami akan merespons pada waktu dan tempat yang tepat, dan di waktu yang tepat. cara yang tepat.”
Sementara itu, Ulama Syiah terkemuka Irak, Ayatullah Ali al-Sistani, di hari yang sama menyatakan solidaritasnya dengan Lebanon dan menyerukan upaya mendesak untuk menghentikan agresi brutal rezim Zionis tersebut dan melindungi warga sipil Lebanon.
“Selama masa-masa sulit ini, bangsa Lebanon yang mulia semakin menjadi sasaran berbagai bentuk agresi Israel, termasuk peledakan sejumlah besar perangkat komunikasi pribadi dan serangan terhadap lingkungan pemukiman padat penduduk,” ungkap Ayatullah al-Sistani.
Dia menambahkan, “Serangan udara intensif telah dilakukan terhadap puluhan desa dan kota di Lebanon selatan serta Lembah Bekaa, mengakibatkan gugurnya sejumlah besar pejuang perlawanan dan warga sipil tak berdosa lainnya, serta menyebabkan puluhan ribu orang mengungsi dari rumah mereka.”
Ayatollah Ali al-Sistani menyerukan pelaksanaan segala upaya yang memungkinkan untuk menghentikan agresi Israel serta membela dan melindungi rakyat Lebanon dari dampaknya yang menghancurkan.
Menanggapi seruan ini, Ketua Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) , Faleh al-Fayyad, mengumumkan kesiapan dan mobilisasi penuh pihaknya untuk memberikan segala bentuk bantuan kepada Lebanon. (mm/raialyoum/presstv/alalam)