Teheran, LiputanIslam.com – Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa Teheran harus memberikan tanggapan yang “tegas” terhadap kejahatan rezim kriminal Israel.
Pada sidang kabinet pada hari Ahad (29/9), Pezeshkian kembali mengutuk pembunuhan Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah oleh Israel dalam serangan udara besar-besaran di Beirut selatan pada hari Jumat dengan menggunakan bom penghancur bunker yang dipasok AS.
“Kejahatan ini sekali lagi membuktikan bahwa rezim kriminal ini tidak mematuhi prinsip dan aturan internasional mana pun,” katanya.
Dia menambahkan bahwa tindakan kejahatan itu Israel tidak akan dibiarkan begitu saja.
Dia menekankan bahwa pengalaman sejarah menunjukkan bahwa gerakan-gerakan pencari kebebasan dan kebangkitan tidak akan hilang dengan terbunuhnya tokoh-tokoh mereka.
“Puluhan orang lagi siap untuk mengibarkan bendera anti-tirani dan anti-keadilan,” tegasnya.
Dia mengatakan bahwa tidak adanya tindakan atas kejahatan yang dilakukan oleh Israel, AS, dan sekutunya hanya akan mendorong mereka untuk terus menebar kejahatan.
Pezeshkian menekankan pentingnya mendukung para pejuang Hizbullah dalam perang mereka melawan Israel untuk mencegah rezim keji itu menyerang negara-negara Poros Resistensi serta membunuh kaum wanita dan anak-anak yang tak berdosa.
Dia mengingatkan kembali tanggung jawab berat negara-negara Arab dan Muslim di depan agresi brutal rezim Israel.
“Negara-negara Muslim tidak boleh acuh tak acuh terhadap kejahatan rezim Israel karena telah terbukti bagi semua negara di seluruh dunia siapa penjahat utama dan penyebab perang, ketidakamanan, dan pembunuhan di dunia!” ungkapnya.
Presiden Iran juga mengecam media Barat karena bersikap kontradiktif terhadap terorisme Israel, dan “membesar-besarkan peristiwa terkecil di Iran” tapi tetap bungkam di depan kejahatan rezim Israel.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyatakan tidak ada keraguan bahwa kejahatan Zionis tidak akan pernah dibiarkan begitu saja, dan Iran akan menggunakan seluruh kemampuan politik, diplomatik, hukum, dan internasionalnya untuk mengejar para penjahat dan pendukung mereka.
Dia menyebut kejahatan Israel sebagai bukti nyata sifat teroris dan kriminal dari entitas Zionis dan para pendukungnya. (mm/presstv/railayoum)