Presiden Iran Ajak Negara-Negara Islam Melawan “Terorisme Ekonomi” AS

0
59

KualaLumpur, LiputanIslam.com –  Presiden Iran Hassan Rouhani mengajak negara-negara Muslim bersatu melawan “terorisme ekonomi” AS dengan meningkatkan ikatan perbankan mereka dan mengganti dolar dalam transaksi mereka .

Pada sesi pembukaan KTT Forum Islam di Kuala Lumpur 2019, Malaysia, Kamis (19/12/2019), dia mengecam AS karena menggunakan sanksi dan ancaman ekonomi untuk memaksakan kehendaknya terhadap negara lain.

Dia menguraikan berbagai tantangan yang dihadapi dunia Muslim di bidang ekonomi, budaya, keamanan dan identitas, serta mengingatkan bahwa masalah-masalah seperti itu menghambat kemajuan negara-negara Islam, termasuk di pentas internasional.

Menurutnya, “terorisme ekonomi” telah menjadi alat utama AS untuk melicinkan ambisi dan “memaksakan tuntutannya sendiri yang tidak sah di negara-negara lain”, dan Dunia Muslim harus bekerja untuk ” menyusun langkah-langkah yang dimaksud untuk menyingkirkan dominasi dolar dan sistem keuangan AS. ”

Presiden Rouhani mengajak negara-negara Islam mengandalkan mata uang nasional masing-masing dalam perdagangan dengan alasan bahwa kemerdekaan ekonomi mereka tidak mungkin akan terwujud dengan mengandalkan mata uang Dolar AS.

Rouhani mengusulkan pengadaan dana investasi bersama untuk menyokong peluncuran mata uang digital kolektif dan inovasi-inovasi teknologi mutakhir.

Dia mengingatkan bahwa para pemimpin negara-negara Islam memikul tanggungjawab historis. Dia juga menekankan keharusan kerjasama kongkret antarnegara ini, yang disebutnya memiliki banyak kemampuan untuk mewujudkannya, serta menggaris bawahi urgensi kerjasama mereka di bidang perbankan, jaminan, dan finansial.

Menurutnya, Dunia Islam telah meraih kemajuan di bidang teknologi mutakhir.

“Kita dapat mengambil langkah-langkah untuk mendapatkan mata uang digital bersama dengan kontribusi dari bank sentral kita. Kita dapat mengambil keuntungan dari peluang mata uang digital, dan dengan demikian menghindari spekulasi dan fluktuasi keuangan,” ujarnya.

Baca: Rouhani: Banyak Persoalan Dunia Islam Disebabkan oleh Campur Tangan AS

Rouhani menambahkan bahwa negara-negara Muslim dari Afrika Utara ke Asia Timur telah bergulat dengan berbagai tantangan keamanan “serius”, termasuk perlakukan AS dan Israel serta ekstremisme dan terorisme, yang “telah membuka jalan bagi campur tangan asing ”di negara-negara tertentu.

Menurutnya, perang di Suriah dan Yaman serta konflik di Irak, Lebanon, Libya, dan Afghanistan adalah hasil dari “campuran ekstremisme domestik dan campur tangan asing.”

Baca: Malaysia akan Perkuat Hubungan Dagang dengan Iran

“Jika kita kembali ke kapasitas nasional dan Islam kita dan mengandalkan kekuatan internal kita, kita dapat mengubah semua tantangan yang disebutkan menjadi peluang untuk kemajuan dan pengembangan,” lanjutnya.

Rouhani menyebutkan “pengalaman sukses” Iran selama empat dekade menghadapi berbagai tantangan, terutama dari AS, sehingga Dunia Islam sekarang dapat mencontoh Iran dalam menangani problematikanya. (mm/presstv/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS: