AddisAbaba, LiputanIslam.com – Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva mengutuk invasi brutal Israel di Jalur Gaza, dan menyebutnya melakukan genosida terhadap warga Palestina di sana, sembari membandingkan kekejaman rezim Zionis itu dengan kekejaman Adolf Hitler terhadap orang Yahudi.
“Apa yang terjadi di Jalur Gaza bukanlah perang, ini adalah genosida. Ini bukanlah perang antara tentara melawan tentara. Ini adalah perang antara tentara yang sangat siap terhadap perempuan dan anak-anak,” kata Lula dalam wawancara kolektif di ibu kota Ethiopia, Addis Ababa, saat dia menghadiri pertemuan puncak Uni Afrika, Ahad (18/2).
Dia menambahkan, “Apa yang terjadi di Jalur Gaza terhadap rakyat Palestina belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah. Sebenarnya hal itu pernah terjadi: ketika Hitler memutuskan untuk membunuh orang-orang Yahudi.”
Lula mengecam keputusan AS menangguhkan sumbangan kepada Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Tengah (UNRWA) setelah Israel mengklaim beberapa staf badan ini terlibat dalam serangan Hamas pada awal Oktober tahun lalu.
“Seberapa besar solidaritas orang-orang yang tidak menjual bahwa di Jalur Gaza, tidak ada perang, melainkan genosida?”, kata Lula.
“Oh, ada yang salah dengan lembaga yang mengumpulkan uang, buruan, salah. Tapi jangan menangguhkan bantuan kemanusiaan untuk orang-orang yang telah berusaha membangun negaranya selama beberapa dekade,” sambungnya.
Menanggapi pernyataan Lula tersebut, Menteri Luar Negeri Israel Israel Katz menyatakan akan memanggil duta besar Brasil untuk menyampaikan teguran atas presiden Brasil.
“Tidak ada tindakan yang akan mengkompromikan hak Israel untuk membela diri,” kata Katz dalam sebuah postingan di X.
Israel melancarkan perang brutal di Gaza pada tanggal 7 Oktober setelah Hamas melakukan operasi serangan fajar bersandi Badai Al-Aqsa terhadap Israel sebagai pembalasan atas intensitas kekejaman Israel terhadap bangsa Palestina.
Sejauh ini, Israel telah membantai hampir 29.000 warga Palestina, yang sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta melukai sekitar 70.000 lainnya.
Israel memblokade Jalur Gaza secara total, memutus bahan bakar, listrik, makanan dan air bagi lebih dari dua juta warga Palestina yang tinggal di sana. (mm/presstv)