Damaskus, LiputanIslam.com – Presiden Suriah Bashar al-Assad menyatakan negaranya mampu, dengan bantuan sekutunya, mengalahkan teroris,” betapapun “sengitnya” serangan mereka.
Al-Assad menyatakan demikian pada hari Sabtu (30/11) dalam komentar pertamanya sejak kelompok-kelompok pemberontak dan teroris pimpinan kelompok Hayat Tahrir Sham (HTS) memulai serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Tentara Arab Suriah (SAA) serta menguasai kota Aleppo dan bandara internasionalnya.
Kepresidenan Suriah mengutip pernyataan Al-Assad dalam percakapan telepon dengan rekannya dari Uni Emirat Arab (UEA), Mohammed bin Zayed Al-Nahyan, bahwa “Suriah terus mempertahankan stabilitas dan integritas wilayahnya dalam menghadapi semua teroris dan pendukung mereka, dan negara ini dengan bantuan dari sekutu dan teman-temannya mampu mengalahkan dan menumpas mereka, betapapun sengitnya serangan teror mereka.”
Sementara itu, Perdana Menteri Irak Muhammad Shia’ al-Sudani dalam kontak telepon dengan al-Assad pada Sabtu malam menegaskan bahwa “keamanan dan stabilitas Suriah terkait” dengan keamanan Irak dan Timur Tengah.
Kantor Perdana Menteri Irak menyatakan bahwa Al-Sudani meyakinkan Al-Assad bahwa “keamanan dan stabilitas Suriah terkait dengan keamanan nasional Irak dan mempengaruhi keamanan regional secara umum dan upaya untuk membangun stabilitas di Timur Tengah.”
Wakil Komandan Operasi Gabungan Irak, Letjen Qais al-Muhammadawi, pada hari Sabtu mengumumkan penutupan total perbatasan negaranya, menyusul gejolak yang terjadi di Suriah.
Al-Muhammadawi dalam pernyataan pers yang dilaporkan oleh kantor berita resmi INA mengatakan, “Perbatasan Irak ditutup sepenuhnya.”
Dia menambahkan bahwa pasukan Irak berkomitmen terhadap perintah Perdana Menteri Muhammad Shia’ Al-Sudani mengenai perlindungan negara.
Bentrokan terjadi antara militan teroris dan pemberontak yang didukung Turki di satu pihak dan tentara Suriah di pihak lain di pedesaan barat Aleppo pada 27 November.
Militan itu maju pesat di pedesaan barat menuju kota Aleppo, menguasai beberapa wilayah di pedesaan Idlib, memasuki Aleppo pada Jumat sore, dan kemudian melanjutkan serangan pada malam hari untuk menguasai sebagian besar kota.
Mereka tersebut menguasai Lapangan Saadallah Al-Jabri di pusat kota, serta gedung kegubernuran, kantor polisi, dan Benteng Aleppo.
Mereka memperluas kendali mereka atas seluruh provinsi Idlib pada hari Sabtu, setelah menguasai beberapa wilayah di pedesaannya, termasuk kota Maarat al-Numan dan Khan Shaykhun. (mm/raialyoum)