
Sanaa, LiputanIslam.com – Kepresidenan Yaman mengumumkan bahwa serangan udara Israel di ibu kota Yaman, Sanaa, pada Kamis (14/8) menggugurkanPerdana Menteri Pemerintah Perubahan dan Konstruksi dan beberapa menteri, demikian pernyataan kepresidenan.
“Di tengah pertempuran terbuka dengan musuh, Israel, kami mengumumkan gugurnya Ahmed Ghaleb al-Rahwi, Perdana Menteri Pemerintah Perubahan dan Konstruksi, beserta sejumlah rekan menterinya,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Kepresidenan menambahkan, “Penjahat berbahaya Israel menyerang mereka dalam lokakarya rutin yang diadakan oleh pemerintah untuk mengevaluasi kegiatan dan kinerjanya selama setahun terakhir.”
Dinyatakan pula bahwa beberapa pejabat senior juga mengalami berbagai tingkat cedera dalam serangan hari Kamis, dan saat ini sedang mendapat perawatan medis.
“Kami meyakinkan bangsa Yaman yang agung bahwa pemerintah, dengan pertolongan Allah, akan menjalankan perannya sebagai penjaga. Lembaga-lembaga yang ada akan terus memberikan layanan mereka kepada rakyat Yaman yang tangguh dan teguh, dan mereka akan tetap tenang, terlepas dari besarnya musibah ini. Darah para martir besar kita akan memotivasi kita untuk terus menapaki jalan ini,” lanjut pernyataan itu.
Kepresidenan juga menegaskan kepada bangsa Yaman, rakyat tertindas Palestina, serta seluruh rakyat peduli kebebasan di seluruh dunia bahwa pemerintah Sanaa akan mempertahankan pendiriannya untuk mendukung dan membela rakyat Gaza.
Kepresidenan memastikan Angkatan Bersenjata Yaman akan terus mengembangkan kemampuan pertahanan mereka untuk menghadapi segala potensi tantangan dan bahaya.
Ketua Dewan Tinggi Politik Yaman, Mahdi al-Mashat, telah menunjuk Mohammed Ahmed Ahmed Miftah sebagai perdana menteri sementara menggantikan Al-Rahawi, yang telah menjabat sebagai perdana menteri pemerintahan yang dipimpin Ansarullah sejak Agustus 2024.
Menanggapi eskalasi perang genosida di Gaza, yang dimulai pada Oktober 2023, pasukan Yaman menerapkan blokade maritim strategis yang bertujuan untuk mengganggu pasokan sumber daya militer ke Israel dan mendesak masyarakat internasional untuk mengatasi krisis kemanusiaan yang mengerikan di Gaza.
Secara bersamaan, mereka melancarkan berbagai serangan rudal dan pesawat tak berawak terhadap sasaran-sasaran strategis di wilayah pendudukan Israel sebagai bentuk solidaritas dengan warga Palestina di Gaza.
Angkatan Bersenjata Yaman telah menegaskan bahwa mereka tidak akan menghentikan operasi mereka sampai Israel menghentikan serangan darat dan udaranya di Gaza.
Perang Israel yang menghancurkan telah mengakibatkan kematian lebih dari 63.000 warga Palestina sejauh ini, sebagian besar dari mereka adalah perempuan dan anak-anak. (mm/almayadeen/presstv)