Washington, LiputanIslam.com – Pengunjuk rasa pro-Palestina turun ke jalan di Washington, DC, pada hari Rabu (24/7) untuk mengutuk kampanye biadab Israel yang mematikan, menghancurkan, dan melakukan genosida di Jalur Gaza.
Ketika Benjamin Netanyahu sedang berpidato di depan Kongres AS, ribuan demonstran berkumpul di sekitar komplek Capitol.
Para pengunjuk rasa membawa poster-poster bertuliskan “tangkap Netanyahu” dan “akhiri semua bantuan AS untuk Israel” serta memekikkan yel-yel “bebaskan, bebaskan Palestina!” menyusul aksi duduk di gedung kantor Kongres yang berujung beberapa penangkapan pada hari sebelumnya.
Netanyahu berkunjung ke AS dengan tujuan mendapat dukungan lebih besar dari Washington untuk mesin perang Israel.
Penyelenggara protes berencana menghalangi jalan menuju gedung, namun polisi membubarkan paksa massa yang menghalangi persimpangan.
Penyelenggara mengumumkan bahwa enam persimpangan menuju Capitol “diklaim oleh rakyat Palestina.”
Beberapa pengunjuk rasa diangkut ke lokasi demonstrasi dari New Jersey.
“Bibi, Bibi (nama panggilan Netanyahu), Kita belum selesai! Intifada baru saja dimulai!” teriak pengunjuk rasa, sementara demonstran lainnya meneriakkan, “Netanyahu, kamu tidak bisa bersembunyi. Kamu melakukan genosida.”
“Kami memprotes maniak pembunuh ini dan para pendukungnya. Kami menuntut penangkapannya,” teriak Zeina Hutchinson, direktur pengembangan Komite Anti-Diskriminasi Arab Amerika, setelah membacakan nama beberapa jurnalis Palestina yang dibunuh oleh Israel.
Pada Senin lama, pengunjuk rasa berkumpul di luar hotel yang ditempati Netanyahu setibanya di Washington. Sore berikutnya, ratusan pengunjuk rasa mengggerakkan protes bergaya flashmob di dalam gedung Cannon, yang merupakan kantor anggota DPR.
Polisi Capitol melaporkan adanya sekira 200 penangkapan pada hari Selasa terkait dengan aksi konsentrasi di gedung Cannon. Menurut kelompok Suara Yahudi untuk Perdamaian (Jewish Voice for Peace/JVP) , sejumlah besar orang, termasuk para rabi, juga ditahan.
Diorganisir oleh JVP, pengunjuk rasa yang mengenakan kaus merah bertuliskan “Bukan Atas Nama Kami” menduduki rotunda gedung. Mereka duduk di lantai, membentangkan poster, dan meneriakkan yel-yel “Biarkan Gaza Hidup!” (mm/presstv)