Perwira Intelijen IRGC Dibunuh Perusuh, Pelaku Tertangkap

0
127

Teheran, LiputanIslam.com Komandan unit intelijen Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran di kota Sahneh, provinsi Kermanshah, Iran barat, Kolonel Nader Beyrami,  terbunuh dalam bentrokan dengan para perusuh, Jumat (18/11).

Beyrami diserang oleh “beberapa elemen oportunis dan perusuh” yang berusaha menebar gangguan keamanan. Dia dibunuh dengan senjata tajam ketika bergegas membantu orang-orang yang bentrok dengan para perusuh di mana sejumlah orang juga terluka.

Gubernur Sahneh Jahanbakhsh Zanganeh Tabar mengatakan para pelaku telah ditangkap dan diserahkan kepada otoritas pengadilan.

Sementara itu, terkait peristiwa teror yang menewaskan sejumlah orang di kota Izeh pada Rabu lalu, Gubernur Provinsi Khuzestan Sadeq Khalilian mengumumkan tertangkapnya sejumlah orang yang diduga terlibat.

“Kami telah mendapatkan petunjuk yang baik mengenai orang-orang yang terlibat dalam peristiwa teror ini,” ungkapnya dalam siaran pers, Jumat.

Dia menambahkan, “Tujuh orang warga kami di Izeh telah gugur di  tangan para penjahat, dan bangsa Iran yang mulia hendaklah mengetahui bahwa orang-orang yang terlibat dalam peristiwa ini akan ditindak tegas.”

Dia menjelaskan, “Sejumlah pelaku yang turut serta membunuh para syuhada dalam peristiwa teror di Izeh telah ditangkap saat berusaha melarikan diri, dan kini dalam penyelidikan. Semua jaringan yang merencanakan insiden teror ini akan diungkap, ditangkap dan dihukum.”

Di hari yang sama, penduduk kota Izeh bersama sejumlah pejabat tinggi negara dan militer menggelar prosesi pemakaman para korban serangan teror.

Wakil Presiden Urusan Ekonomi Mohsen Rezaei mengatakan, “Tiga anggota kelompok teroris yang melakukan serangan di Izeh ditangkap saat mencoba meninggalkan negara ini melalui pintu penyeberangan Maku di perbatasan Turki dan dibawa ke Ahwaz di barat daya Iran.”

Dia memastikan bahwa semua pelaku kejahatan ini akan dihukum.

Rezaei memastikan Iran tidak dapat dijadikan seperti Suriah atau Lebanon melalui aksi kekerasan seperti yang terjadi di Shah Cheragh, Isfahan, dan Izeh.

Menurutnya, musuh Iran ingin memutuskan hubungan antara rakyat, agama, pemimpin dan pemerintah negara republik Islam ini.

“Keterhubungan revolusi (Islam) dengan rakyat  bisa lebih berbahaya daripada puluhan  bom atom dan hidrogen, karena itu mereka berusaha menebar kekacauan dan mendukung para perusuh,” tegasnya.

Tujuh orang, termasuk seorang anak dan seorang wanita, tewas dan 10 lainnya terluka setelah dua pria bersenjata melepaskan tembakan di kota Izeh, Rabu.

Pejabat keamanan di provinsi Khuzestan mengatakan bahwa dua pria bersenjata dengan sepeda motor menembaki warga  dan petugas penegak hukum di pusat kota dengan menggunakan senapan.

Serangan teror itu terjadi selang tiga minggu setelah serangan serupa di makam suci  Shah Cheragh di kota Shiraz, provinsi Fars, yang menewaskan 15 peziarah, termasuk seorang wanita dan dua anak, serta melukai 19 lainnya.

Kelompok teroris ISIS dalam sebuah pernyataan di saluran Telegramnya segera mengaku bertanggung jawab atas serangan teror di tempat ziarah tersebut.

Para pejabat Iran telah bersumpah bahwa Teheran akan memberikan tanggapan yang membinasakan terhadap dalang pertumpahan darah. (mm/alalam/presstv)

DISKUSI: