Kairo, LiputanIslam.com – Hamas mengatakan delegasinya telah meninggalkan Mesir namun pembicaraan mengenai gencatan senjata di Jalur Gaza akan dilanjutkan minggu depan sampai kesepakatan dicapai dengan Israel, yang menurut Hamas, telah “menggagalkan” upaya mediator untuk menengahi kesepakatan sebelum bulan suci Ramadan.
“Delegasi Hamas meninggalkan Kairo pagi ini untuk berkonsultasi dengan pimpinan gerakan ini, dengan negosiasi, dan upaya terus dilakukan untuk menghentikan agresi, memulangkan pengungsi dan memberikan bantuan kepada rakyat kami,” kata Hamas dalam pernyataannya, Kamis (7/3).
Pejabat senior Hamas Sami Abu Zuhri mengatakan Israel telah “menggagalkan” upaya untuk mencapai gencatan senjata yang dimediasi oleh Qatar dan Mesir selama empat hari perundingan di Kairo, ibu kota Mesir.
Abu Zuhri mengatakan Israel menolak tuntutan Hamas untuk mengakhiri serangannya di Gaza, menarik pasukannya, dan menjamin kebebasan masuknya bantuan serta kepulangan para pengungsi.
Belum ada komentar langsung dari Israel.
Israel tidak mengirim delegasi ke perundingan baru-baru ini, di mana perwakilan dari Hamas, Qatar dan Mesir minggu ini mengupayakan gencatan senjata selama 40 hari menjelang Ramadhan, yang dimulai awal minggu depan.
Perjanjian tersebut akan mempertukarkan tawanan yang ditahan oleh Hamas dan faksi-faksi pejuang Palestina lainnya di Gaza dengan orang Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel.
Hamas menyebutkan tidak mungkin memenuhi permintaan Israel tanpa gencatan senjata karena para tawanan tersebar di seluruh zona perang. Namun ada laporan yang mengindikasikan akan ada putaran perundingan lagi pada minggu depan.
Setidaknya 1.139 orang Israel tewas dan sekitar 250 lainnya tertawan dalam serangan yang dipimpin Hamas di Israel selatan pada tanggal 7 Oktober. Lebih dari 100 tawanan dibebaskan selama gencatan senjata selama seminggu pada bulan November.
Hamas berjanji untuk melanjutkan perundingan, namun para pejabat Hamas mengatakan gencatan senjata harus dilakukan sebelum para tawanan dibebaskan, pasukan Israel harus meninggalkan Gaza dan seluruh penduduk Gaza harus dapat kembali ke rumah mereka yang telah melarikan diri.
Kementerian Kesehatan di Gaza mengatakan jumlah warga Palestina yang dipastikan gugur dalam perang Israel telah melampaui 30.800 orang, dan dalam periode pelaporan 24 jam terakhir saja terdapat 83 kematian.
Para saksi mata mengatakan pemboman Israel terus berlanjut di Khan Younis dan Rafah di Gaza selatan serta di daerah-daerah di bagian tengah Jalur Gaza. (mm/aljazeera)