Islamabad, LiputanIslam.com – 11 personel militer tewas dalam baku tembak dengan militan bersenjata di wilayah barat laut Pakistan, menurut pihak militer negara ini.
Baku tembak meletus pada hari Rabu (8/10) dalam operasi intelijen di distrik Orakzai dekat perbatasan Afghanistan, ungkap militer dalam siaran pers.
Militer mengatakan terjadi baku tembak yang “intens” dengan “Khawarij”, istilah yang digunakan militer untuk kelompok terlarang seperti Taliban Pakistan, yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Di antara korban tewas adalah Letkol. Junaid Arif dan wakilnya, Mayor Tayyab Rahat, bersama sembilan tentara lainnya. Militer mengatakan 19 militan juga tewas.
Pejabat keamanan Pakistan melaporkan bahwa kawanan militan menyergap konvoi militer dengan bom pinggir jalan sebelum melepaskan tembakan.
Dalam sebuah pernyataan, Perdana Menteri Shehbaz Sharif memuji pasukan keamanan atas pengabdian mereka dan memberikan penghormatan kepada pasukan yang gugur.
Dalam beberapa bulan terakhir, Taliban Pakistan, yang ingin menggulingkan pemerintah dan menggantinya dengan pemerintahan Islam garis keras mereka, telah meningkatkan serangan terhadap pasukan keamanan Pakistan.
Islamabad mengatakan kelompok itu menggunakan negara tetangga Afghanistan untuk melatih dan merencanakan serangan terhadap Pakistan, sementara musuh bebuyutannya, India, mendanai dan mendukung mereka. Tuduhan ini dibantah oleh kedua negara tersebut. (mm/aljazeera/reuters)