Damaskus, LiputanIslam.com – Perkembangan pesat terlihat di Suriah selatan terkait dengan kontinyuitas serangan Israel dan aneksasinya secara lebih banyak terhadap wilayah Suriah, yang terjadi bersamaan dengan kebungkaman penguasa baru Suriah.
Perkembangan terbaru terjadi kota Al-Rafid di pedesaan Quneitra selatan, daerah cekungan Yarmouk di pedesaan barat, dan Provinsi Daraa dekat Barak Al-Jazirah. Di sana terjadi gelombang protes terhadap serangan pasukan pendudukan Israel ke wilayah tersebut.
Penduduk setempat mendesak PBB melaksanakan tugasnya sehubungan dengan pelanggaran berulang-ulang Israel dan agresi berkelanjutan terhadap desa-desa mereka di mana pasukan pendudukan menembaki mereka, dan melukai sejumlah orang.
Di lapangan, pasukan pendudukan Israel membuldoser lahan pertanian untuk membuat jalan militer yang menghubungkan pedesaan Quneitra utara ke teras Gunung Hermon.
Sumber-sumber lokal melaporkan bahwa pasukan pendudukan melakukan penetrasi ke Horsh Al-Shahar dan Cagar Alam Jubata Al-Khashab di pedesaan utara Quneitra, dan bersamaan dengan serangan paralel ke arah kota tetangga Taranja dan Ovania.
Disebutkan bahwa pasukan pendudukan bertujuan membuldoser lahan pertanian untuk membuat jalan militer yang menghubungkan desa-desa di pedesaan Quneitra utara ke teras Gunung Hermon, utara Beit Jinn, di pedesaan barat daya Damaskus.
Menanggapi aksi-aksi Israel tersebut, para tokoh masyarakat desa-desa di zona penyangga di Golan Suriah di Kegubernuran Quneitra merilis sebuah pernyataan yang meminta tentara Israel mundur ke belakang garis perbatasan.
Pasukan pendudukan Israel sejauh ini telah menduduki sekitar 500 kilometer persegi wilayah selatan Suriah, dan telah membuldoser seluruh situs militer Suriah di kaki Gunung Hermon serta dataran tinggi Quneitra dan Daraa.
Tentara Israel juga memperluas serangannya ke Suriah selatan, dimulai dari kota Sidon ke arah timur, dan mencapai tiga perairan penting di wilayah tersebut, yaitu Sheikh Hussein, Bendungan Sahm Al-Golan, dan Al-Bakkar Barat.
Untuk hari kedelapan berturut-turut, tentara pendudukan Israel terus melakukan aneksasi atas tanah Suriah. Mereka menduduki Gunung Hermon di Suriah dan merebut zona penyangga di Golan yang diduduki.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah menginstruksikan kesiapan tentara Zionis untuk tetap berada di wilayah Gunung Hermon Suriah dan zona penyangganya setidaknya sampai akhir 2025. (mm/alalam)