Sanaa, LiputanIslam.com – Angkatan Bersenjata Yaman mengumumkan pelaksanaan operasi militer kualitatif terhadap kapal milik sebuah perusahaan yang melanggar embargo Yaman terhadap pelabuhan-pelabuhan Israel. Mereka juga menjalankan operasi gabungan dengan para pejuang Irak untuk pemboman kota Haifa dan Ashdod di wilayah pendudukan Palestina.
Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigjen Yahya Saree, dalam pernyataan yang disiarkan televisi pada hari Rabu (12/6) menyebutkan bahwa angkatan laut, pasukan rudal, dan pasukan drone Yaman melakukan serangan terhadap kapal Tutor di Laut Merah dengan menggunakan perahu nirawak dan sejumlah drone dan rudal balistik.
“Kapal itu terkena serangan, rusak parah dan terancam tenggelam, “ ungkap Saree, sembari menyebutkan bahwa itu menjadi sasaran karena melanggar larangan masuk ke pelabuhan Palestina pendudukan.
Angkatan Bersenjata Yaman menjelaskan bahwa mereka melakukan dua operasi militer gabungan dengan Perlawanan Islam di Irak terhadap dua sasaran penting di kota Ashdod dan Haifa di Palestina yang diduduki, dan bahwa kedua operasi tersebut dilakukan dengan drone dan berhasil mencapai target.
Angkatan Bersenjata Yaman memperingatkan semua perusahaan pelayaran ihwal konsekuensi berhubungan dengan Israel dan pelayaran kapal mereka ke pelabuhan-pelabuhan Palestina pendudukan.
Saree menekankan bahwa jika peringatan tersebut tidak diindahkan maka kapal-kapal milik perusahan-perusahan pelayaran yang terkait akan menjadi sasaran di wilayah operasi pasukan Yaman.
Angkatan Bersenjata Yaman kembali menegaskan tekad mereka untuk terus melancarkan operasi militer demi membela rakyat tertindas Palestina dan sebagai tanggapan terhadap agresi AS-Inggris.
Saree menyatakan bahwa operasi militer Yaman hanya akan berhenti apabila agresi militer dan blokade Israel terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza berhenti. (mm/alalam)