Baghdad, LiputanIslam.com – Faksi-faksi pejuang Irak yang tergabung dalam Aliansi Resistensi Islam Irak pada hari Jumat (22/12) mengumumkan untuk pertama kalinya bahwa mereka telah menyerang target-target penting Israel di Laut Mediterania.
“Kubu resistensi Islam di Irak, dengan menggunakan senjata yang diperlukan, mencapai sasaran penting Israel di Laut Mediterania, dan kubu ini tetap berkomitmen untuk melawan rezim pendudukan, mendukung rakyat Palestina di Jalur Gaza, dan mereaksi kekejaman Israel belakangan ini terhadap Palestina,” ungkap mereka.
Sebuah sumber di kubu resistensi Irak kepada Al-Jazeera mengatakan, “Sasaran serangannya adalah anjungan ladang gas Karish, milik Israel, di Laut Mediterania.”
Faksi-faksi pejuang Irak juga mengaku telah menyerang kota Eilat di Israel “dengan senjata yang tepat,” sebagai tanggapan atas pemboman Israel terhadap warga sipil di Gaza.
Mereka menyatakan, “Sebagai kelanjutan dari cara kami dalam melawan rezim pendudukan serta membela orang-orang kami di Gaza, dan sebagai tanggapan atas pembantaian entitas penjajah terhadap warga sipil Palestina, termasuk anak-anak, perempuan dan lansia, para pejuang resistensi Islam di Irak membidik sasaran di wilayah pendudukan Umm al-Rashrash (Eilat) dengan senjata yang sesuai.”
Sejak Oktober lalu, kelompok-kelompok Perlawanan Islam di Irak telah melancarkan sekitar 80 serangan terhadap pasukan koalisi pimpinan AS di Suriah dan Irak. (mm/raialyoum)
Baca juga: