Pertama Kali, Menlu Saudi Bicara Mengenai Perundingan Riyadh-Teheran

0
213

Riyadh, LiputanIslam.com –   Menlu Arab Saudi Faisal bin Farhan menyatakan negaranya telah mengadakan pembicaraan dengan Iran pada bulan lalu, dan berharap perundingan ini dapat mengatasi berbagai persoalan yang menjadi kendala bagi hubungan kedua negara.

Pernyataan ini merupakan yang pertama kalinya dari pejabat senior Saudi tentang perundingan Riyadh-Teheran  sejak Sayid Ebrahim Raisi menjabat sebagai presiden Iran.

Para pejabat Saudi dan Iran telah mengadakan beberapa kali putaran perundingan di Baghdad, ibu kota Irak, dalam beberapa bulan terakhir. Perundingan ini diungkap pertama kali pada April lalu oleh presiden Iran saat itu, Hassan Rouhani, dan pejabat Iran lainpun menyebutnya mengalami “kemajuan serius” terkait keamanan kawasan Teluk Persia.

Para pejabat Irak belum lama ini mengatakan bahwa perundingan itu dimulai lagi, namun saat itu Teheran dan Riyadh belum mengkonfirmasinya secara resmi.

Menlu Saudi Faisal bin Farhan dalam jumpa pers bersama dengan Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan, Joseph Borel, Ahad (3/10), mengatakan, “Mengenai perundingan dengan pihak Iran, putaran keempatnya telah berakhir pada 21 September.”

Dia menambahkan, “Pembicaraan ini masih berada di tahap eksporasi, yang kami harap dapat meletakkan suatu dasar untuk mengatasi masalah antara kedua pihak.  Kami akan berusaha dan bekerja untuk mengatasinya.”

Dia tidak menyebutkan tempat perundingan maupun isi pembicaraan dan tingkat delegasinya.

Riyadh memutus hubungannya dengan Teheran pada Januari 2016 menyusul serangan pengunjuk rasa ke Kedubes Saudi di Teheran dan Konsulat Jenderalnya di Masyhad dalam aksi demo masyarakat Iran terhadap hukuman mati Kerajaan Saudi atas ulama Syiah Saudi Syekh Nimr Al-Nimr.

Iran dan Saudi merupakan dua negara paling berpengaruh di kawasan Teluk, dan terlibat perselisihan di berbagai isu regional, terutama dalam krisis Yaman di mana Saudi melakukan intervensi militer untuk mendukung pemerintahan Abd Rabbuh Mansour Hadi dalam perang melawan gerakan Ansarullah (Houthi) yang didukung Iran.

Belakangan ini Ansarullah meningkatkan serangannya ke beberapa kota di bagian selatan Saudi dengan drone dan rudal balistik. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Ayatullah Khamenei: Iran Memulai Latihan Militer untuk Bersaing dengan Israel

Presiden Irak: Perundingan Iran-Saudi Alami Kemajuan Signifikan

DISKUSI: