Damaskus, LiputanIslam.com – Tentara Israel dilaporkan menerjunkan pasukan di sebuah lokasi militer yang terletak sekitar 30 kilometer selatan Damaskus, yang telah menjadi sasaran penembakan berulang kali selama dua hari terakhir, menurut laporan kantor berita Suriah, SANA, Kamis (28/8) .
Israel tidak mengonfirmasi bahwa pasukannya melakukan penerjunan, namun Menteri Perang Israel Yisrael Katz di hari yang sama mengatakan pasukannya beroperasi “di semua medan perang, siang dan malam, demi keamanan Israel.”
Militer Israel enggan berkomentar tentang laporan tersebut saat ditanya oleh kantor berita AFP.
SANA mengutip keterangan sumber penguasa Suriah bahwa pasukan Suriah menemukan “alat pengintai dan penyadapan” di lokasi Jabal al-Manea pada hari Selasa.
“Ketika mencoba menangani peralatan itu, lokasi tersebut menjadi sasaran serangan udara Israel, hingga mengakibatkan sejumlah korban jiwa dan luka, serta hancurnya kendaraan,” ujar sumber itu.
Kementerian Luar Negeri Suriah melaporkan enam pasukan Suriah tewas dalam serangan Israel di lokasi militer di dekat kota Al-Kiswah di pedesaan Damaskus tersebut.
Seorang pejabat anonim Kementerian Pertahanan Suriah mengonfirmasi kepada AFP bahwa lokasi yang ditargetkan di Tal Al-Manea adalah bekas pangkalan militer.
Israel kembali melancarkan pemboman di lokasi tersebut pada Rabu malam, menurut televisi penguasa Suriah. Serangan ini diikuti oleh “penerjunan udara, yang detailnya belum diketahui, di tengah penerbangan pengintaian intensif yang berkelanjutan,” menurut SANA.
Mengutip sumber penguasa, SANA menambahkan bahwa “serangan udara dan drone terus mencegah akses ke area tersebut hingga malam 27 Agustus,” ketika mereka “menghancurkan sebagian sistem dengan menargetkannya menggunakan senjata yang sesuai, dan jenazah para martir disingkirkan.”
Observatorium Suriah untuk HAM (SOHR) menyatakan lokasi tersebut merupakan “gudang rudal besar, yang sebelumnya digunakan oleh Hizbullah Lebanon yang didukung Iran”, dan pada Rabu malam, “empat helikopter Israel terbang rendah di atas area al-Kiswah di pedesaan Damaskus, dan menerjunkan pasukan untuk memulai operasi pendaratan dan inspeksi di lokasi tersebut.” Menurut SOHR, penerjunan ini pertama dilakukan Israel di Suriah sejak jatuhnya pemerintahan Bashar al-Assad. (mm/raialyoum)