TelAviv, LiputanIslam.com – Tentara Israel mengakui bahwa sebuah rudal jelajah yang diluncurkan dari Yaman menerobos wilayah udara Israel dan meledak di bagian utara kota Eilat di bagian selatan Palestina pendudukan.
Tentara Israel dalam sebuah pernyataan di platform X pada Selasa malam (19/3) menyebutkan; “Menindaklanjuti jatuhnya target udara di utara kota Eilat kemarin malam (Minggu), pembicaraannya adalah tentang rudal jelajah yang datang dari Laut Merah dan jatuh di area terbuka di wilayah tersebut.”
Tanpa rincian lebih jauh, tentara Zionis menambahkan, “Targetnya berada di bawah pengawasan Angkatan Udara Israel, dan tidak ada korban jiwa atau kerusakan, dan insiden tersebut sedang diselidiki.”
Menurut Yedioth Ahronoth (YA), ini merupakan pertama kalinya kelompok Ansarullah Yaman meluncurkan rudal jelajah yang mampu menembus wilayah udara Israel dan meledak di utara Eilat.
Surat kabar Israel tersebut menambahkan, “Sejak awal perang (Israel) di Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023, pasukan Ansarullah telah menembakkan rudal ke arah Eilat, namun dicegat oleh sistem pertahanan yang jauh dari wilayah Israel.”
YA menjelaskan; “Pada suatu kesempatan, setelah berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Hetz 3, dua drone diluncurkan ke arah Eilat. Sistem Patriot mencegat salah satunya, sementara yang lain menghantam sebuah sekolah dan menyebabkan kerusakan padanya.”
Sebelumnya pada hari Selasa, Angkatan Bersenjata Yaman kubu Ansarullah mengaku telah menembakkan rudal ke target-target di Eilat serta menyerang kapal AS di Laut Merah.
Angkatan Bersenjata Yaman menyerang kapal kargo yang terkait dengan Israel di Laut Merah dan Teluk Aden dengan rudal dan drone sebagai tekanan agar Israel menyudahi agresi di Gaza, di mana sekitar 2,3 juta warga Palestina hidup dalam kondisi bencana akibat perang dan blokade yang berlangsung selama 17 tahun.
Sejak awal tahun ini, sebuah koalisi yang dipimpin oleh AS dan Inggris turut berpartisipasi dengan melancarkan serangan yang dikatakan menargetkan posisi-posisi Ansarullah. Kelompok pejuang ini lantas menganggap semua kapal AS dan Inggris sebagai target yang sah bagi serangan militernya. (mm/raialyoum)