Peringati HUT Revolusi Islam, Presiden Raisi: Jangan Harap Iran Menggantungkan Harapan pada Barat

0
207

Teheran, LiputanIslam.com –   Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi dalam sebuah pidato dengan suara lantang menegaskan bahwa negaranya tak menggantungkan harapan pada Barat, melainkan pada bangsa Iran sendiri, dalam upaya mencapai kemerdekaan politik dan ekonomi.

Dalam pidato di Musholla Akbar Teheran di tengah perayaan HUT ke-43 revolusi Islam, Jumat (11/2), Presiden Raisi menjelaskan bahwa kebijakan luar negeri pemerintahannya bertumpu pada keseimbangan, dan dengan demikian secara implisit dia mengkritik pandangan Barat terhadap kebijakan di masa lalu yang telah “membuat negara ini tidak seimbang”.

“Kita harus memberikan perhatian khusus kepada semua negara, terutama tetangga kita. Tapi kita menggantungkan harapan pada Allah dan rakyat, dan kita tidak pernah memiliki harapan di Wina dan New York,” tandasnya.

Sayid Raisi memastikan pemerintahannya berkomitmen untuk pembicaraan yang sedang berlangsung di Wina demi menghidupkan kembali kesepakatan nuklir tahun 2015, namun juga mengingatkan bahwa komitmen ini tak berarti menggantungkan negara dan ekonomi pada hasil perundingan tersebut.

Sembari menyinggung besarnya kapasitas Iran, terutama sumber daya manusianya yang muda, dia memandang Iran memiliki masa depan yang cemerlang.

“Kami sangat optimis pada masa depan. Harapan ini tidak dalam slogan, dan kami menjadi lebih optimis dari hari ke hari. Saya juga mengatakan kepada Pemimpin Besar (Ayatullah Seyi Ali Khamenei); saya melihat kapasitasnya. Melihat kekuatan dan intelektual muda, saya menjadi lebih berharap untuk masa depan yang sangat cerah dan menjanjikan,” ungkapnya.

Sayid Raisi bersumbar bahwa Iran pantang menerima dominasi pihak lain sebagaimana juga pantang mendominasi negara lain.

“Kami pantang menerima dominasi dan melepaskan kemerdekaan kami maupun menindas siapa pun,” tegasnya.

Mengenai revolusi Islam Iran sendiri, dia menyebutnya simbol “kekuatan ilahi” yang memukau dunia.

Dia mengatakan, “Semua orang kemudian bertanya-tanya bagaimana suatu bangsa, dengan tawakkal kepada Allah, dapat menggulingkan pemerintah yang didukung oleh kekuatan besar dan secara sukarela mendirikan pemerintahan berbasis agama dan nilai-nilai ketuhanan.”

Presiden Raisi menyampaikan pidato tersebut manakala masyarakat Iran di seluruh  penjuru negara ini merayakan HUT ke-43 Revolusi Islam yang telah menggulingkan rezim Pahlavi yang didukung AS pada tahun 1979. (mm/presstv)

Baca juga:

 

DISKUSI: