Teheran, LiputanIslam.com – Jutaan Muslim di Iran dan negara-negara lain mengadakan prosesi nasional untuk menandai peringatan Tasu’a, atau hari kesembilan bulan Muharram, atau sehari menjelang Asyura, hari kesyahidan Imam Hussein ra, cucunda Nabi Muhammad saw, bersama puluhan pengikutnya pada tahun 61 H /680 M.
Kaum Muslim Syiah mengadakan upacara berkabung selama 10 hari pertama Muharram untuk mengenang kepahlawanan Imam Hussein (AS), cucu Nabi Islam Muhammad saw, dan 72 sahabatnya, yang gugur dalam Pertempuran Karbala, Irak , setelah berjuang dengan gagah berani demi keadilan melawan tentara penguasa Yazid bin Muawiyah dari Bani Umayyah yang jauh lebih besar.
Sembari mengenakan pakaian serba hitam untuk menunjukkan kesedihan mereka, warga Iran dari semua lapisan masyarakat bergabung dalam prosesi pada hari Kamis yang dimulai dari pagi hari dan akan berlangsung hingga sekitar tengah malam.
Selama upacara, para pelantun membacakan syair dan narasi peristiwa Pertempuran Karbala dan para ulama menguraikan pesan yang mendasari pendirian Imam Husain melawan tirani.
Puncak prosesi di Iran adalah Ta’zieh, pertunjukan drama nasional dan religius yang banyak digunakan untuk menceritakan kisah kesyahidan Imam Husain dan para sahabatnya di Karbala.
Ta’zieh terdaftar di Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) dalam daftar Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan pada tahun 2011.
Tasu’a dikhususkan untuk Abu Fadhl Abbas bin Ali, saudara tiri Imam Hussein, yang telah berkorban dengan segenap jiwa dan raga demi melindungi Imam dan keluarganya. Abbas syahid pada hari ke 10 Muharram, atau Asyura, sesaat sebelum Imam Husain sendiri.
Abbas gugur ketika berjuang mati-matian demi membawa air untuk kaum wanita dan anak-anak di kamp Imam Husain, yang tidak memiliki air untuk diminum selama berhari-hari karena dikepung musuh.
Kesetiaan Abbas kepada Imam Husain dan keberaniannya dalam menghadapi pasukan besar Yazid adalah mengapa Tasu’a disebut Hari Kesetiaan dan Perlawanan untuk menghormatinya.
Abbas dimakamkan di kota Karbala pada tanah makam sendiri yang terletak di dekat makam Imam Husain.
Banyak orang Iran juga melakukan perjalanan ke Irak untuk ikut serta dalam ritual berkabung di Karbala, atau di Najaf, tempat ayahanda Imam Husain, Imam Ali ra, dimakamkan.
Prosesi atau majelis-majelis takziyah atau haul diadakan oleh kaum Muslim Syiah lainnya di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, Pakistan, Afghanistan, Kashmir yang dikuasai India, Irak, Lebanon, Bahrain, Arab Saudi, Azerbaijan, serta beberapa negara Afrika. (mm/presstv)