Beirut, LiputanIslam.com – Sekjen Hizbullah Hassan Nasrallah menegaskan bahwa pihaknya pantang mundur “barang sedetik” dalam membela kebenaran, sekalipun banyak orang-orangnya yang gugur, dan bahwa orang yang tak peduli kepada masalah Palestina kelak akan diminta pertanggungjawabannya di akhirat. Bersamaan dengan ini, sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, merilis rekaman video pernyataan terbaru jubirnya.
Dalam pidatonya pada majelis Asyura di Beirut pada hari Ahad (7/7), Sayid Nasrallah menyatakan Hizbullah terlibat dalam perang Badai Al-Aqsa dan membela Gaza dengan “penuh semangat yang besar, pengertian, kesadaran, kehendak dan tekad”.
Dia mengimbau semua orang untuk sedapat mungkin membela Palestina. Menurutnya, orang yang menutup mata di depan apa yang terjadi di Gaza dan kezaliman terhadap Palestina dan kelompok-kelompok pendukungnya akan diminta pertanggungjawabannya di akhirat.
“Tragisnya pembantaian di Jalur Gaza bahkan telah menggugah naluri kemanusiaan dan akal para mahasiswa AS ,” ujarnya.
“Orang yang masa bodoh terhadap apa yang terjadi di Gaza dan kezaliman yang menimpa Palestina dan kubu pembelanya adalah orang yang mati akal, hati dan jiwanya. Setiap orang harus berbuat sedapat mungkin, karena pada hari kiamat kita akan diminta pertanggungjawaban mengenai Palestina, dan kita harus menyiapkan jawabannya untuk akhirat,” sambungnya.
Sayid Nasrallah juga mengatakan, “Tanggungjawab kita ialah membela kebenaran, dan ketika kita bergegas membela kebenaran maka kita akan mendengar kegaduhan, kasak-kusuk, upaya penjatuhan mental, dan aksi peremehan. Karena itu, akan ada konsekuensi politik, orang-orang tercinta akan gugur, dan rumah-rumah kita akan hancur. Kami tegaskan ihwal semua ini; bukankah kami berada di jalan yang benar. Karena itu, kami tak peduli, dan pantang mundur barang sedetik!”
Sekjen Hizbullah juga menyebutkan bahwa hari-hari peringatan Asyura tahun ini berlangsung di tengah suasana yang sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
“Kita berada di pusat Badai Al-Aqsa di Gaza dan front selatan Lebanon bersama para syuhada dan korban luka hampir setiap hari. Kita berada dalam suasana pertempuran dan iklim yang terbuka bagi segala kemungkinan, hal yang akan meninggalkan pengaruh yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dalam penyelenggaraan majelis-majelis Asyura di Lebanon,” ungkapnya.
Di bagian akhir pidatonya, Sayid Nasrallah berharap pada 1446 Hijirah ini banyak harapan akan terwujud, penderitaan akan berakhir, dan para pejuang serta orang-orang yang bersabar dan teguh dapat segera memperoleh kemenangan.
Serangan Terbaru Hizbullah
Dalam perkembangan situasi di Lebanon selatan, Hizbullah terus melancarkan serangan sengit terhadap posisi-posisi pasukan Zionis Israel
“Para pejuang resistensi Islam pada hari Ahad 7 Juni 2024 telah melancarkan udara dengan rentetan drone kamikaze terhadap pusat teknik dan elektronik intelijen jarak jauh di sebelah timur Gunung Hermon di wilayah pendudukan Golan Suriah,” ungkap Hizbullah dalam sebuah pernyataannya, sembari menyebutkan beberapa kerugian besar yang diderita Israel.
Pernyataan Abu Obaida
Di Jalur Gaza, sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, di hari yang sama mengumumkan perekrutan ribuan pejuang baru ke dalam barisannya selama perang Israel di Jalur Gaza, dan rehabilitasi kemampuan militernya.
Juru bicara Brigade Al-Qassam Abu Ubaida dalam sebuah rekaman video berdurasi belasan menit mengatakan, “Kami telah dapat merekrut ribuan pejuang baru selama perang, merehabilitasi beberapa kemampuan penting, mempersiapkan penyergapan, memproduksi bom dan roket, dan mendaur ulang apa yang ditinggalkan oleh musuh (Israel).”
Dalam video yang beredar pada hari ke-275 agresi Israel di Gaza itu, dia menyebutkan bahwa pasukan Zionis masih terus menebar aksi genosida terhadap rakyat Palestina yang juga masih menderita krisis bahan pangan dan obatan-obatan. (mm/alalam/raialyoum)