Karbala, LiputanIslam.com – Jutaan umat Muslim dari puluhan negara berkumpul di kota Karbala, Irak, untuk memperingati Arbain, yaitu hari ke-40 peringatan kesyahidan Imam Hussein as, cucunda Nabi Muhammad saw.
Sejak sekira dua minggu lalu, para peziarah dari berbagai negara termasuk Iran, Afghanistan, Azerbaijan, Bahrain, Kuwait, Pakistan, dan Arab Saudi, telah tiba di kota tersebut, yang terletak sekitar 100 kilometer di barat daya ibu kota Irak, Baghdad.
Puluhan ribu orang juga telah datang jauh hari sebelum puncak peringatan Arbain, yang jatuh pada tanggal 25 Agustus 2024.
Para peziarah melakukan perjalanan ke kota suci tersebut untuk berkesempatan berziarah dan menyentuh teralis emas yang mengelilingi makam Imam Hussein as.
Mereka membawa barang-barang mereka di ransel atau tas mereka saat mereka berjalan kaki menuju Karbala dari berbagai arah.
Banyak di antara peziarah membawa dan mengibarkan bendera Palestina, dan juga terdapat sedikitnya ratusan orang Palestina turut mengadakan longmarch sembari memekikkan slogan-slogan perjuangan pembebasan Palestina dan Masjid Al-Aqsa.
Untuk kebutuhan sehari-hari, puluhan ribu relawan dari dalam dan luar negeri telah menyiapkan posko-posko di sepanjang jalan sejarak puluhan kilometer untuk melayani dan menjamu para peziarah secara, dengan menyediakan makanan dan minuman, tempat istirahat, dan berbagai layanan dan fasilitas umum lain.
Setiap tahun pada Arbain, jutaan orang dari pelbagai penjuru dunia berbondong-bondong ke Karbala.
Imam Hussein (AS) dan 72 sahabatnya gugur dalam tragedi besar Asyura di Karbala di Irak selatan pada tahun 61 H / 680 M setelah berjuang dengan berani demi keadilan melawan pasukan penguasa zalim Yazid I, khalifah Bani Umayyah. (mm/presstv/alalam)