Peringatan Hari Bumi Palestina, 4 Orang Gugur Syahid Di Jalur Gaza

0
105

Gaza, LiputanIslam.com – Empat orang Palestina gugur syahid dan lebih dari 300 lainnya luka-luka akibat muntahan peluru pasukan Zionis Israel terhadap puluhan ribu warga Palestina yang menggelar aksi pada puncak peringatan Hari Bumi Palestina dan satu tahun aksi Great March of Return yang digelar di kawasan sepanjang pagar pembatas Jalur Gaza-Israel (Palestina pendudukan 1948, Sabtu (31 Maret 2019).

Departemen Kesehatan Palestina di Gaza menyebutkan bahwa para syuhada itu adalah para remaja dan pemuda Palestina yang berusia dari 17 hingga 20 tahun.

Anggota Biro Politik hamas Khalil al-Hayyah dalam orasinya pada aksi itu menegaskan, “Pesan bangsa kami ialah bahwa mereka bertekad melanjutkan Great March of Return sampai semua tujuannya terwujud. Aksi yang sudah berlangsung satu tahun ini telah mewujudkan sebagian tujuannya, dan akan mewujudkan tujuan-tujuan lainnya.”

Dia menambahkan, “Rezim pendudukan (Israel) berada dalam tahap ujicoba, sementara bangsa dan resistensi kami akan terus menekan rezim pendudukan sampai mereka mengakui tuntutan-tuntutan sah kami.”

Massa Palestina mendekati pagar perbatasan tersebut meskipun turun hujan setelah waktu azan shalat Dhuhur. Dalam aksi itu massa Palestina melemparkan batu dan membakar ban-ban bekas.  Namun massa itu kemudian mundur setelah mendapat serangan gas air mata dan bahkan tembakan peluru dari pasukan Zionis.

Militer Israel mengerahkan puluhan kendaraan lapis baja di sepanjang perbatasan serta menempatkan puluhan penembak jitu untuk menghadapi massa Palestina, menurut reporter AFP yang juga mengaku melihat adanya senjata artileri dan tank di timur Gaza.

“Great March of Return” adalah aksi unjuk rasa akbar yang selalu diadakan setiap hari Jumat sejak 30 Maret 2018 untuk menuntut diakhirnya pendudukan Israel atas tanah mereka, dan menegaskan hak para pengungsi Palestina pulang ke kampung halaman mereka.

Selama satu tahun aksi tersebut sedikitnya 262 warga Palestina gugur syahid oleh tembakan pasukan Israel yang sebagian besar terjadi di sepanjang perbatasan, dan sebanyak dua tentara Israel terbunuh.

Sebuah tim pencari fakta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menemukan fakta bahwa pasukan Israel melakukan pelanggaran HAM selama aksi kekerasan terhadap para demonstran Palestina di Gaza, dan bahwa pelanggaran itu bisa jadi merupakan kejahatan perang.  (mm/raialyoum/alalam)

DISKUSI: