Teheran, LiputanIslam.com – Seluruh wilayah Iran pada hari Senin (10/2) diwarnai pawai akbar yang diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-46 kemenangan Revolusi Islam 1979.
Sejak dini hari ini, masyarakat Iran mulai mengalir memenuhi jalan-jalan di semua kota dan daerah negara ini demi menegaskan kembali kepatuhan mereka kepada prinsip-prinsip Revolusi Islam dan memperbarui sumpah setia mereka kepada pemerintah republik Islam.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam kata sambutannya di hadapan lautan peserta pawai dan rapat akbar di Teheran menegaskan bahwa Iran akan terus mengandaskan rencana demi rencana kotor musuh-musuhnya, terutama AS dan Israel.
Dia mengecam Presiden AS Donald Trump karena Trump belakangan ini mengaku ingin mengadakan perundingan dengan Iran tapi pada saat yang sama mengeluarkan memorandum presiden yang menginstruksikan kepada Kementerian Keuangan dan Kementeri Luar Negeri AS agar melaksanakan kampanye “mendorong ekspor minyak Iran ke titik nol.”
“Trump mengatakan mari kita berdialog, tapi kemudian malah menandatangani dan mengumumkan semua kemungkinan konspirasi untuk melumpuhkan Revolusi (Islam),” kecamnya.
Pezeshkian menambahkan bahwa Trump menuding Iran mengganggu keamanan regional, padahal “Israel-lah yang, dengan dukungan AS, menjadi biang kerok ketidakamanan dan telah mengebom orang-orang tertindas di Gaza, Lebanon, Palestina, Suriah, Iran, dan di mana pun ia mau.”
Presiden Iran menegaskan bahwa Presiden AS mengaku membela perdamaian dan ketenangan tapi malah membela Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, penjahat perang yang telah dinyatakan sebagai buronan oleh Mahkamah Pidana Internasional atas dugaan kejahatan genosida terhadap bangsa Palestina.
Pezeshkian menyebutkan bahwa musuh-musuh Iran berusaha menebar perpecahan di Iran, dan menghasut rakyat Iran agar memusuhi dan melawan pemerintahnya.
“Namun, mereka tidak menyadari bahwa, di bawah kepemimpinan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Sayid Ali Khamenei serta dengan kehadiran dan semangat perjuangan rakyat, rakyat justru akan menghancurkan semua impian dan keinginan musuh ini,” tegasnya.
Presiden Iran menjelaskan bahwa negaranya pantang menyerah kepada intimidasi dan akan terus melawan konspirasi penebaran perpecahan.
Pezeshkian juga menekankan bahwa negaranya tidak pernah berniat memerang negara mana pun, namun juga pantang tunduk kepada tekanan dan gertakan musuh.
Dia menegaskan kembali tekad Iran untuk hidup rukun dan damai dengan negara-negara tetangganya berdasarkan persaudaraan dan rasa saling menghormati.
“Jika kita membela Gaza dan Palestina, kita membela yang tertindas. Jika Anda ingin (mempromosikan) perdamaian di kawasan, jangan bela penindasan, agresi, dan ketidakadilan,” katanya.
Pameran Senjata
Kementerian Pertahanan Iran memamerkan beberapa prestasi pertahanannya pada momen peringatan HUT Revolusi Islam.
Kementerian itu membukan pameran kecil di kawasan ikonik Azadi Square di Teheran barat untuk memajang beberapa pencapaian pertahanannya di tengah kepadatan masyarakat peserta pawai dan rapat akbar.
Beberapa senjata yang dipajang pada pameran itu antara lain rudal balistik Khorramshahr, rudal Haj Qassem dan rudal pembawa satelit Omid, yang merupakan bagian dari kemampuan militer dan luar angkasa Iran. (mm/alalam/presstv)