Virginia, LiputanIslam.com – Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS), Pentagon, menyatakan lebih dari 100 militan tewas akibat serangan udara Amerika Serikat (AS) terhadap kamp pelatihan al-Qaida di Suriah.
Dilaporkan bahwa serangan ini menjadi yang kedua terbesar serangan kontra-terorisme AS pada jam-jam terakhir kepresidenan Barack Obama.
Juru bicara Pentagon, Kapten Angkatan Laut Jeff Davis, Jumat (20/1/2017) mengatakan kamp itu berada provinsi Idlib dan aktif paling tidak sejak 2013.
“Penghapusan kamp pelatihan ini mengganggu operasi pelatihan dan mengecilkan nyali para Islamis garis keras dan kelompok-kelompok oposisi Suriah untuk bergabung atau bekerja sama dengan al-Qaida di medan perang,”katanya, seperti dilansir Guardian.
Serangan itu dilakukan pada sekitar tengah hari Kamis waktu Washington dengan menggunakan satu pesawat pembom B-52 dan sejumlah pesawat nirawak, dan terjadi kurang dari 24 jam setelah serangan pesawat siluman B-2 dan beberapa nirawak terhadap dua kamp militer di sebuah daerah terpencil Libya yang menewaskan 80-90 anggota ISIS.
Jumat kemarin IRNA melaporkan laporan yang beredar di kalanga netizen bahwa sebanyak lebih dari 140 teroris anggota kelompok cabang al-Qaeda di Suriah, Jabhat al-Nusra, dan Gerakan Nour el-Din el-Zenky tewas diterjang serangan udara tak dikenal.
(Baca: Serangan Misterius Tewaskan 140-an Anggota al-Nusra dan al-Zenky )
(mm/guardian/irna)