Beirut, LiputanIslam.com – Sebuah pengadilan militer di Lebanon secara resmi mendakwa lima orang dalam kasus kematian seorang penjaga perdamaian PBB asal Irlandia pada bulan Desember tahun lalu.
Kantor berita The Associated Press (AP), Kamis (1/6), melaporkan bahwa seorang pejabat anonim pengadilan menyatakan kelima orang itu terkait dengan kelompok kelompok pejuang Hizbullah.
Menurut pejabat itu, dakwaan tersebut diajukan menyusul penyelidikan setengah tahun setelah peristiwa serangan terhadap konvoi penjaga perdamaian PBB di dekat kota al-Aqbiya di Lebanon selatan, yang merupakan basis Hizbullah. Dakwaan itu didasarkan antara lain pada bukti kesaksian para pengamat, serta rekaman audio dan rekaman video dari kamera pengintai.
Dalam beberapa rekaman konfrontasi, orang-orang bersenjata dilaporkan terdengar memberi tahu penjaga perdamaian bahwa mereka berasal dari Hizbullah.
Hizbullah membantah terlibat dalam pembunuhan itu, dan menyebutnya sebagai “insiden yang tidak disengaja” yang terjadi antara penduduk kota dan Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL). Tidak ada komentar segera dari Hizbullah pada hari Kamis.
Penembakan tersebut mengakibatkan kematian Seán Rooney dan luka parah Shane Kearney. Penjaga perdamaian yang terluka secara medis dievakuasi ke Irlandia. Dua tentara Irlandia lainnya menderita luka ringan. (mm/aljazeera)
Baca juga: