Teheran, LiputanIslam.com – Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran, Ali Larijani, menanggapi cuitan Presiden AS Donald Trump yang mengimbau para perusuh Iran untuk “mengingat nama-nama pembunuh dan agresor.”
Larijani, yang juga penasihat Ayatullah Khamenei dalam sebuah postingannya di platform X, Selasa (13/1) menyatakan, “Kami mengumumkan nama-nama pembunuh utama rakyat Iran: 1. Trump, 2. Netanyahu.” Dalam postingan ini dia melampirkan tangkapan layar cuitan Trump.
Sebelumnya, Trump telah menyerukan kepada para perusuh di Iran untuk melanjutkan demo rusuh mereka, dan menyebutkan bahwa bantuan sedang dalam perjalanan.
“Para patriot Iran, teruslah berdemonstrasi! Ambil kendali atas lembaga-lembaga Anda!!! Ingat nama-nama para pembunuh dan agresor. Mereka akan membayar harga yang mahal,” ungkap Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social.
Dia menambahkan: “Saya telah membatalkan semua pertemuan saya dengan pejabat Iran sampai pembunuhan tanpa akal sehat terhadap para demonstran berhenti. Bantuan akan segera datang.”
Sementara itu, Wall Street Journal (WSJ) pada hari Selasa melaporkan bahwa Arab Saudi, Qatar, dan Oman telah memperingatkan pemerintahan Trump agar tidak melancarkan serangan militer terhadap Iran.
WSJ menyatakan bahwa Riyadh memimpin upaya diplomatik untuk membujuk Gedung Putih agar tidak menyerang Teheran.
Surat kabar Amerika tersebut juga mencatat bahwa Riyadh telah meyakinkan Teheran bahwa Saudi tidak akan mengizinkan AS menggunakan wilayah udara Saudi untuk melakukan serangan apa pun terhadap Iran. (mm/ry)