Beirut, LiputanIslam.com – Ali Larjani, penasihat Pemimpin Besar Iran Sayid Ali Khamenei, menyatakan Israel telah melewati garis merah Iran dan situasinya akan menjadi berbahaya.
Larijani pada hari Jumat (27/9) memastikan “Iran akan tetap bersama kubu resistensi (Hizbullah) dalam segala keadaan,” dan “kubu ini akan meraih kemenangan baru meskipun mereka sedang melalui keadaan sulit.”
Pemerintah Iran melalui Juru bicara Kementerian Luar Negeri Nasser Kanaani mengutuk serangan yang dilancarkan Israel pada hari Jumat terhadap bangunan tempat tinggal sipil di Beirut, ibu kota Lebanon.
Kanaani menyebutnya sebagai “kejahatan perang yang dilakukan dengan bom Amerika” dan pelanggaran mencolok terhadap peraturan dan ketentuan hukum internasional yang terjadi akibat kebungkaman masyarakat internasional.
Dia juga menyatakan bahwa seruan AS dan beberapa negara Barat untuk gencatan senjata hanyalah “tipudaya” untuk mengulur waktu bagi Israel.
Sebelumnya pada Jumat malam, jet tempur Israel melancarkan serangan dengan skala yang belum pernah terjadi sebelumnya di pinggiran selatan Beirut, di mana sekitar 10 rudal ditembakkan ke daerah Haret Hreik.
Kantor Berita Lebanon, NNA, melaporkan terjadi “kehancuran besar” akibat serangan udara tersebut, karena sebanyak enam bangunan hancur secara total, dan para korban sedang diangkut ke sejumlah rumah sakit.
Dalam hasil awal, Kementerian Kesehatan Lebanon mengumumkan bahwa serangan itu menggugurkan dua orang dan melukai 76 orang. (mm/alalam/almayadeen)