Sanaa, LiputanIslam.com – Ketua Dewan Tinggi Politik Yaman Mahdi al-Mashat menegaskan Yaman pantang mundur dari aksi membela Gaza, dan berjanji akan melancarkan serangan balasan yang “mengguncang” Israel.
“Balasan Sanaa akan mengguncang dan menyakitkan, Israel dan AS tidak akan sanggup menanggungnya,” tegas al-Mashat, Selasa (6/5).
“Mulai sekarang, mendekamlah di tempat perlindungan atau segera pulang ke tanah air kalian, karena pemerintah kalian yang gagal tidak akan mampu lagi melindungi kalian,” sambungnya.
Dia juga mengatakan, “Agresi Israel membuktikan kepada bangsa kami akan kebenaran tindakan dan perjuangan mereka, dan semakin meyakinkan mereka saat melihat bahwa mereka menghadapi musuh paling keji yang pernah dikenal manusia.”
Mengenai serangan Yaman sebelumnya terhadap Bandara Ben-Gurion di Palestina pendudukan, al-Mashat mengatakan, “Kejadian itu membuktikan bahwa serangan kami menyakitkan dan akan terus berlanjut.”
Sedangkan mengenai serangan Israel dan AS terhadap Yaman, dia menegaskan, “Tidak ada agresi yang akan menghalangi kami dari keputusan yang adil untuk mendukung saudara-saudara kami di Palestina, sampai agresi berhenti dan blokade di Gaza dicabut. Tidak ada kata mundur dalam mendukung Gaza, berapa pun biayanya.”
Al-Mashat menyatakan demikian setelah Israel melancarkan serangan udara terhadap Sanaa, ibu kota Yaman, dengan target bandara, pembangkit listrik, dan pabrik di berbagai daerah.
Israel melancarkan serangan justru setelah Presiden AS Donald mengumumkan penghentian serangan udara terhadap Yaman dengan dalih bahwa ” Yaman berjanji menghentikan serangan maritim.”
Selain itu, Kementerian Luar Negeri Oman sebelumnya juga mengatakan bahwa upaya Oman telah menghasilkan perjanjian gencatan senjata antara AS dan otoritas terkait di Sanaa, Yaman, dengan tujuan untuk meredakan situasi.” (mm/almayadeen)