Doha, LiputanIslam.com – Pemimpin Hamas di luar negeri, Khaled Mashal, menyerukan aksi serangan berani mati syahid untuk melawan operasi militer Israel di Gaza dan Tepi Barat.
Dalam pernyataannya pada konferensi penerbutan laporan tahunan Eye on Al-Aqsa (Menyorot Al-Aqsa), Rabu (28/8) Mashal mengatakan, “Operasi perlawanan di Tepi Barat meningkat meskipun kondisinya sulit… Kami ingin kembali ke aksi berani mati syahid . Ini adalah situasi yang hanya cocok untuk konflik terbuka. Mereka memerangi kita dalam konflik terbuka, dan kita pun menghadapi mereka dalam konflik terbuka.”
Dia menambahkan, “Musuh telah membuka konflik di semua lini, memburu kita semua, baik kita berperang atau tidak. Musuh berkata, ‘Saya gila,’ dan terserah kepada umat untuk memikul tanggung jawabnya.”
Mashal menegaskan, “Saya mengulangi seruan saya agar semua orang berpartisipasi di berbagai bidang dalam perlawanan yang nyata terhadap entitas Zionis.”
Dia mengecam upaya diplomatik AS dalam mediasi gencatan senjata antara Hamas dan Israel, dan menyebutnya sebagai pemasok “senjata pemusnah” kepada Israel.
“AS meninggalkan berkas tanggal 2 Juli, dan kemudian menyalahkan Hamas, sementara AS mengetahui bahwa orang yang mengganggu perjanjian tersebut adalah Benjamin Netanyahu, yang memiliki agenda pribadi, selain agenda Zionis, yang naifnya, didukung oleh Amerika dan beberapa negara Barat.”
Dia menambahkan bahwa semua narasi Israel dan AS, terutama dalam beberapa hari dan minggu terakhir, hanyalah kebohongan dan fitnah belaka, dan AS tidak serius, bukan mediator, melainkan mitra dalam agresi. (mm/raialyoum)