Teheran, LiputanIslam.com –Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian mengadakan pertemuan dengan Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh, di Teheran, Selasa (26/3).
Dilaporkan bahwa pertemuan tersebut membahas perkembangan terkini perang Gaza dan serangan yang terus dilakukan oleh entitas Zionis terhadap penduduk di Jalur Gaza dan Tepi Barat.
Kunjungan Haniyeh ke Teheran terjadi sehari setelah Dewan Keamanan PBB mensahkan resolusi yang didukung oleh 14 negara, yang menuntut gencatan senjata “segera” di Gaza selama bulan suci Ramadhan, yang mengarah pada gencatan senjata “permanen dan berkelanjutan”. AS abstain dalam pemungutan suara.
Hamas mengumumkan kedatangan delegasinya, yang dipimpin oleh Haniyeh, ke Teheran, untuk mengadakan diskusi dengan para pejabat Iran mengenai perkembangan perang Israel di Jalur Gaza.
Para pengamat politik menilai kunjungan Haniyeh ke Teheran sehari setelah ratifikasi resolusi gencatan senjata di Gaza di Dewan Keamanan PBB sebagai perkembangan penting karena membahas isu-isu zona panas, terutama perang Gaza.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanaani menyebut resolusi itu sebagai langkah positif, namun masih belum cukup.
Kanaani mengatakan bahwa keputusan ini diambil setelah enam bulan kegagalan dan ketidakmampuan mengambil keputusan pencegahan terhadap kejahatan perang dan genosida rezim Zionis terhadap rakyat Palestina.
Kanaani juga menganggap reaksi entitas Israel terhadap resolusi PBB ini sebagai ekspresi kemarahannya atas kekalahan yang tak dapat ditebus di medan perang dan di bidang politik dan internasional.
Dia menambahkan, “Dewan Keamanan PBB diharapkan akan membuat entitas Israel bertanggung jawab atas kejahatan yang dilakukannya selama enam bulan terakhir terhadap rakyat Palestina yang tak berdaya dan kemungkinan kelanjutannya yang bertentangan dengan resolusi Dewan Keamanan. (mm/alalam/raialyoum)