Sanaa, LiputanIslam.com – Pemimpin gerakan Ansarullah di Yaman, Sayid Abdul-Malik al-Houthi, dalam pidato yang disiarkan di televisi pada hari Kamis (22/2) menyatakan Angkatan Bersenjata Yaman menggunakan “senjata kapal selam” dalam serangannya terhadap kapal-kapal yang terkait dengan Israel, sebagai bentuk solidaritas terhadap Gaza dan Palestina .
“Operasi di Laut Merah, Laut Arab, Bab al-Mandeb, dan Teluk Aden terus berlanjut, dan kami sedang menuju ke arah peningkatan,” ujarnya dalam pidato yang membahas perkembangan terkini dalam perang yang sedang berlangsung di Jalur Gaza dan Tepi Barat di mana, menurutnya, Israel melakukan genosida dengan segala bentuknya, termasuk pemboman dan pelaparan.
Dia lantas mengecam banyak negara karena meski Israel sudah sedemikian kejam namun mereka masih saja menonton dan sebagian di antara mereka bahkan “bersekongkol dan mendukung musuh, Israel, secara rahasia”.
Al-Houthi memuji Hizbullah Lebanon dengan mengatakan, “Front Hizbullah di Lebanon sangat besar, efektif, berpengaruh terhadap Israel, dan menimbulkan kerugian langsung yang signifikan.”
Mengenai front Yaman sendiri di Laut Merah dan Laut Arab, Al-Houthi mengumumkan bahwa jumlah kapal yang menjadi sasaran telah mencapai 48 kapal, dan Yaman akan melanjutkan dan meningkatkan operasi militernya sesuai eskalasi militer Israel di Gaza.
Menurutnya, operasi militer Yaman terhadap sasaran Israel di wilayah pendudukan sejauh ini telah menggunakan 183 rudal dan drone, dan kapal selam bahkan mulai dilibatkan dalam konfrontasi di Laut Merah dan menjadi “senjata yang meresahkan musuh.”
Dia menyebutkan 13 operasi spesifik dalam beberapa hari terakhir, dan yang paling menonjol di antaranya adalah penenggelaman kapal Inggris dan penembak jatuhan drone canggih AS.
Sayid Abdul Malik Al-Houthi memastikan bahwa Angkatan Bersenjata Yaman masih memperoleh informasi akurat tentang kapal-kapal di Laut Merah, “meski ada segala tipu daya Amerika dan fasilitas besar yang mereka miliki”, serta akan terus membidik dan menyerang kapal tanpa dapat ditangkis oleh AS.
Al-Houthi memperingatkan negara-negara lain agar tidak terlibat dalam ulah AS dan Inggris, demi menjaga keamanan dan keselamatan kapal mereka. Dia menyangkal pembicaraan tentang Yaman yang memperoleh upeti dari kapal-kapal Eropa di Laut Merah dan Laut Arab, dan menganggapnya “ salah satu propaganda penuh dusta.”
Sementara itu, militer Yaman menyatakan telah melakukan tiga operasi militer dengan sejumlah rudal balistik dan drone pada target pelabuhan Eilat Israel, sebuah kapal Inggris di Teluk Aden dan sebuah kapal perusak AS di Laut Merah, demi membela Palestina dan sebagai reaksi atas serangan AS dan Inggris terhadap Yaman.
“Pada operasi pertama, kekuatan rudal dan angkatan udara drone Angkatan Bersenjata Yaman meluncurkan sejumlah rudal balistik dan drone ke berbagai sasaran Zionis di wilayah Umm al-Rashrash (Eilat) di wilayah selatan Palestina pendudukan,” ungkap Angkatan Bersenjata Yaman dalam sebuah pernyataan.
Mereka menambahkan, “Operasi kedua terjadi di Teluk Aden, di mana angkatan laut Angkatan Bersenjata Yaman menyasar sebuah kapal Inggris (Islander) di Teluk Aden dengan sejumlah rudal maritim yang sesuai, menghantamnya secara langsung, yang menyebabkan kebakaran di kapal, naik dengan izin Allah. Operasi ketiga menyasar kapal perusak Amerika di Laut Merah dengan sejumlah drone.” (mm/raialyoum/presstv)