Sanaa, LiputanIslam.com – Pemimpin gerakan Ansarullah di Yaman, Sayid Abdul-Malik al-Houthi, memastikan pasukan Yaman akan terus menyerang kapal mana pun yang berlayar menuju pelabuhan-pelabuhan di Palestina pendudukan, melewati Laut Merah ataupun melintasi jalur lain.
“Kami akan membidik kapal mana pun yang menuju ke Israel yang berada dalam jangkauan senjata kami,” kata al-Houthi dalam pidato yang disiarkan televisi pada hari Kamis (16/3)
Pasukan Yaman selama ini kerap menyerang kapal-kapal yang terkait dengan Israel di Laut Merah untuk mendukung warga Palestina, dan belakangan ini mengintensifkan operasi militer dan berjanji akan melanjutkan serangannya sampai Israel menghentikan invasinya ke Jalur Gaza.
Menurut Sayid Al-Houthi, selama pekan ini Ansarullah telah melancarkan tujuh operasi dengan 13 rudal balistik di Laut Merah, Teluk Aden dan Samudera Hindia.
“Tidak ada garis merah bagi kami. Kami secara bertahap mencapai sasaran strategis sensitif yang berdampak pada musuh dan kami akan mencapainya, dengan izin Allah Swt,” katanya.
Dia juga mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) “berpartisipasi dengan rezim Zionis dalam genosida terhadap rakyat Palestina, blokade Jalur Gaza, dan penutupan pintu penyeberangan Rafah.
Dia menambahkan bahwa AS-ah yang bahkan mengusulkan kepada rezim Israel untuk menyerang penyeberangan Rafah dan mendudukinya.
Penyeberangan Rafah antara Mesir dan Gaza selatan telah menjadi jalur penting bagi bantuan ke Jalur Gaza, di mana krisis kemanusiaan semakin parah dan beberapa orang berada dalam risiko kelaparan.
Awal bulan ini, pasukan Israel menduduki persimpangan dengan Mesir dalam mempersiapkan invasi darat ke Rafah di mana ratusan ribu pengungsi Palestina berlindung.
Aksi pendudukan tersebut terjadi setelah Hamas mengumumkan pihaknya bersedia menerima usulan gencatan senjata setelah pembicaraan berminggu-minggu dengan Qatar dan Mesir. (mm/presstv)