Sanaa, LiputanIslam.com – Angkatan Bersenjata Yaman kubu Ansarullah menyatakan pihaknya sejauh ini telah menyerang 162 unit kapal sejak mereka pada November 2023 memulai operasi militernya untuk membela rakyat Palestina dan mendukung para pejuang di Jalur Gaza.
Hal itu disampaikan oleh pemimpin Ansarullah Yaman, Sayid Abdul Malik al-Houthi, dalam pidato yang disiarkan oleh saluran Al-Masirah.
“Operasi dukungan di Gaza minggu ini untuk Front Yaman berjumlah 12 operasi dalam kerangka eskalasi tahap keempat,” ungkapnya.
Dia menambahkan, “Operasi kami selama seminggu terakhir dilakukan dengan 20 rudal balistik dan jelajah, sebuah drone, dan sebuah perahu di sepanjang gelanggang operasi maritim.”
Dia juga mengatakan, “Minggu ini, kami menargetkan 6 kapal, sehingga jumlah kapal yang menjadi target sejak awal operasi dukungan di Gaza bertambah menjadi 162 kapal.”
Sayid Al-Houthi tidak menyebutkan negara asal kapal yang menjadi sasaran, namun Angkatan Bersenjata Yaman telah berulang kali mengaku hanya menyerang kapal AS, Inggris, dan Israel, atau kapal yang melanggar larangan masuk ke pelabuhan Israel.
Mengenai AS, Sayid Al-Houthi mengatakan, “Pertempuran Amerika untuk menghentikan operasi tentara Yaman (yang berafiliasi dengan Houthi) di laut bukanlah proses yang mudah dan sederhana.”
Dia juga mengatakan, “Tentara dan rakyat kami teguh, dan pengembangan kemampuan terus berlanjut, dengan pertolongan Allah, untuk mengatasi teknologi musuh.”
Hingga berita ini disusun, belum ada komentar langsung dari AS, Inggris, atau Israel mengenai pidato Al-Houthi.
Pada Rabu malam, Komando Pusat AS mengumumkan penghancuran dua kapal Ansarullah dan dua situs radar di Yaman.
Ansarullah pada hari Kamis mengatakan bahwa AS dan Inggris melancarkan dua serangan di Provinsi Hajjah, Yaman barat.
TV Al-Masirah dalam berita penting melalui Telegram melaporkan: “Agresi Amerika-Inggris menyasar daerah Buhais, di distrik Medi Hajjah, dengan dua serangan.”
Saluran tersebut tidak menyebutkan rincian mengenai dampak serangan itu.
Provinsi Hajjah sebagian besar berada di bawah kendali Ansarullah, dan terhubung dengan perbatasan darat dengan Arab Saudi.
Sejak awal tahun ini, koalisi pimpinan AS telah melancarkan serangan yang mereka sebut menyasar “situs-situs Houthi (Ansarullah)” di berbagai wilayah di Yaman, sebagai tanggapan atas serangan mereka di Laut Merah, yang juga dibalas oleh Angkatan Bersenjata Yaman dari waktu ke waktu.
Ketika Washington dan London melakukan intervensi dan ketegangan meningkat pada bulan Januari, militer Yaman kubu Ansarullah mengumumkan bahwa mereka sekarang menganggap semua kapal AS dan Inggris sebagai target operasi militernya. (mm/raialyoum/alalam)