dul mSanaa, LiputanIslam.com – Pemimpin gerakan Ansarullah di Yaman, Sayyid Abdul Malik Badruddin al-Houthi, dalam pidato mingguannya pada hari Kamis (2/10) mengenai perkembangan terbaru agresi Israel di Jalur Gaza menyatakan bahwa Israel bergantung pada kemitraan dan dukungan AS, sementara rezim-rezim Arab dan Islam “menelantarkan Palestina secara mengerikan”.
Dia mengatakan bahwa AS ingin merampas semua hak rakyat Palestina di Gaza dan segala cara yang dapat mereka gunakan untuk mempertahankan hak-hak mereka, dan bahwa AS berusaha melibatkan rezim Arab dalam perekrutan pasukan keamanan untuk melayani Israel.
Menurut Al-Houthi, Trump secara eksplisit menyatakan bahwa rezim-rezim Arab harus memimpin proses perlucutan senjata sayap militer Hamas, Brigade Qassam, dan faksi-faksi pejuang Palestina Palestina. Trump ingin bangsa Arab memikul peran dalam melucuti senjata rakyat Palestina, sebuah misi yang sangat kotor dalam membidik rakyat Palestina.
Dia menyebutkan bahwa gagasan Trump diumumkan demi mengubah Timur Tengah, dengan Israel sebagai agennya.
“Ketika mereka (AS) berbicara tentang perubahan Timur Tengah maka maksudnya ialah mengubah realitas kawasan demi keuntungan musuh Israel, dengan mengorbankan kebebasan, kemerdekaan, martabat, agama, dan hak-hak masyarakat Arab dan Islam ini. Dalam pernyataan lain, Trump menekankan bahwa ia berupaya untuk menegakkan kembali hegemoni Amerika atas dunia,” ujarnya.
Sayyid al-Houthi menjelaskan bahwa ASdan Israel bergerak bersama untuk mengendalikan bangsa dan negara lain.
Dia menambahkan, “Tapi yang paling dirugikan oleh hal ini adalah umat Islam kita, dan banyak negara berada dalam posisi rival dan kompetitor. Ada Tiongkok, Rusia, dan negara-negara lain yang telah memaksakan kebebasan mereka pada diri mereka sendiri, seperti di Kuba, Korea Utara, dan Venezuela.”
Dia juga mengatakan, “Orang-orang Arab tidak boleh menjadi alat tekanan di tangan Amerika dan Israel terhadap rakyat Palestina, perlawanan mereka, dan para pejuang mereka. Rezim Arab dan Islam tidak boleh bergerak untuk menekan dan memenuhi rencana Trump dalam bentuknya yang merampas hak-hak Palestina dan bertujuan untuk mengkonsolidasikan kendali Israel.”
Pemimpin Ansarullah menegaskan, “Tekanan Arab dan Islam terhadap kubu perlawanan Palestina adalah pengkhianatan, pelayanan kepada Israel, dan perekrutan untuk kepentingannya. Rakyat Palestina adalah bangsa yang bebas, dan semua faksi mujahidinnya membuat keputusan berdasarkan prinsip dan hak yang sah dan tidak dapat dicabut dari rakyat Palestina. Upaya Amerika dan Israel bertujuan untuk memberi rakyat Palestina, kubu perlawanan mereka, dan mujahidin mereka, beserta faksi-faksi mereka, pilihan antara melanjutkan genosida dan pendudukan, atau menyerah.” (mm/alalam)