Teheran, LiputanIslam.com – Pemimpin Ansarullah Yaman Sayid Abdul Malik al-Houthi dalam pidato televisi pada hari Kamis (13/2) memastikan pasukan negaranya akan segera melancarkan aksi militer jika AS dan Israel menyerang Jalur Gaza.
Pernyataan dari Yaman itu terkait dengan ancaman Presiden AS Donald Trump bahwa pihaknya akan membatalkan gencatan senjata Gaza dan membiarkan semua kekacauan terjadi jika Hamas tidak membebaskan semua sandera Israel paling lambat Sabtu siang.
Sayid al-Houthi menilai Washington memotivasi Tel Aviv untuk menunda-nunda dan melanggar kewajibannya berdasarkan perjanjian gencatan senjata di Jalur Gaza, terutama kewajiban kemanusiaan, termasuk pendatangan tenda dan karavan untuk menampung warga Palestina.
Dia mengancam bahwa Yaman akan melakukan intervensi dengan serangan rudal, pesawat nirawak, operasi maritim, dan cara lain jika AS dan Israel bergerak untuk melaksanakan rencana pengusiran paksa warga Palestina.
“Amerika mendorong Israel untuk melanggar kewajibannya dan tidak sepenuhnya memenuhinya, meskipun kewajiban tersebut terkait dengan aspek kemanusiaan… Pendatangan tenda dan karavan ke Gaza merupakan isu penting karena sebagian besar rumah dan tempat tinggal di Jalur Gaza hancur total,” ungkapnya.
Menurutnya, jumlah bantuan tenda yang sudah masuk terbatas dan hanya memenuhi sekira 8 persen dari total kebutuhan warga Palestina di Gaza.
Sayid al-Houthi menegaskan, “Ada komitmen dan loyalitas dari Hamas dan sayap militernya, Brigade Al-Qassam, dan faksi-faksi perlawanan lainnya mengenai persyaratan tahap pertama perjanjian Gaza, sementara musuh, Israel, belum memenuhi semua persyaratan.”
Dia juga menyinggung masalah pemindahan korban luka Palestina yang berkenan meninggalkan Gaza untuk menjalani perawatan melalui perbatasan Rafah dengan Mesir.
“Israel juga membandel dalam hal ini,” ujarnya.
Mengenai rencana pengusiran warga Palestina dari Gaza, Al-Houthi menegaskan, “Kami akan melakukan intervensi dengan serangan rudal, pesawat nirawak, operasi angkatan laut, dan cara lain jika Amerika t dan Israel bergerak untuk melaksanakan rencana ini dengan paksa.”
Dia juga menegaskan, “Dalam hal ini, kami akan bergerak untuk melaksanakan tanggung jawab jihad kami melawan musuh, Amerika dan Israel, serta mendukung bangsa Palestina, sebagaimana yang kami lakukan dalam menghadapi kejahatan abad ini (perang genosida Israel yang berlangsung sekitar 16 bulan terhadap warga Palestina di Jalur Gaza).” (mm/raialyoum)